Paser Bertransformasi Menjadi Lumbung Pangan untuk Kaltim dan Kalsel
Kabupaten Paser kini menjadi salah satu wilayah yang diperkuat oleh dukungan pemerintah pusat dan Bank Indonesia (BI) dalam menjadikannya sebagai lumbung pangan untuk Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Selatan (Kalsel). Transformasi ini diharapkan dapat mengubah posisi Paser dari sekadar wilayah lintasan menjadi sentra produksi pangan yang menopang kebutuhan dua provinsi tersebut.
Pembangunan strategis ini dipertegas dalam pertemuan antara Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, dengan Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari, pada 27 Februari lalu. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga keuangan negara untuk mendorong ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi berbasis sektor riil.
Hilirisasi Ayam Petelur: Langkah Strategis Meningkatkan Produksi dan Nilai Tambah
Salah satu proyek strategis yang dicanangkan adalah hilirisasi ayam petelur. Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, menyampaikan bahwa Paser memiliki potensi luar biasa untuk menjadi sentra pangan. Proyek ini menjadi bukti konkret bahwa pemerintah pusat menaruh harapan besar di Paser.
Program hilirisasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi telur, tetapi juga mendorong nilai tambah melalui pengolahan dan distribusi yang lebih terintegrasi. Dengan pendekatan ini, rantai pasok pangan menjadi lebih kuat dan mampu menyerap tenaga kerja lokal.
Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari, menyambut optimisme tersebut dengan data kesiapan daerah. Ia menegaskan bahwa Paser tidak hanya berbicara soal telur, tetapi juga kedaulatan pangan secara menyeluruh. Saat ini, Paser telah dinyatakan surplus beras dan siap memasok kebutuhan tetangga seperti PPU dan Balikpapan.
Selain beras dan telur, sektor perkebunan juga menunjukkan perkembangan signifikan. Produksi minyak kelapa sawit mentah (CPO) secara mandiri telah dimulai, menjadi lompatan besar dalam penguatan ekonomi lokal. Kehadiran CPO diharapkan mampu memperkuat daya saing daerah sekaligus membuka peluang ekspor.
Perikanan dan Infrastruktur: Kunci Pengembangan Ekonomi Lokal
Sektor perikanan pun mendapat perhatian dengan ditetapkannya Desa Lori sebagai Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program ini diharapkan memperkuat pasokan protein hewani dari laut sekaligus menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi kelautan dan perikanan Paser.
Namun, peningkatan produksi harus diimbangi dengan distribusi yang efisien. “Dengan produksi melimpah tentu membutuhkan jalur distribusi yang cepat dan efisien,” ungkap Ikhwan. Menyadari tantangan tersebut, ia menegaskan komitmen bersama Bupati Paser untuk menuntaskan persoalan logistik. Infrastruktur jalan dan jembatan menjadi prioritas agar komoditas pangan dapat menjangkau pasar dengan biaya yang lebih murah.
“Sesuai program Asta Cita Presiden mengenai ekonomi kerakyatan, kami berkomitmen penuh. Target kami, infrastruktur jalan dan jembatan tuntas pada 2027. Ini adalah karpet merah agar seluruh komoditas Paser bisa menyerbu pasar luas dengan biaya logistik yang murah,” pungkasnya.





