Pasukan TNI-Polri Perketat Penangkapan KKB di Nabire

Aa1xogw5 2
Aa1xogw5 2



.CO.ID, NABIRE –

Aparat gabungan TNI dan Polri terus memburu kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang dipimpin oleh Aibon Kogoya di wilayah Kabupaten Nabire. Operasi penegakan hukum dilakukan setelah insiden serangan terhadap tambang emas PT Kristalin di Lagari pada Sabtu (21/2), yang menyebabkan dua korban jiwa dan perampasan senjata.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah, Kombes Pol Gustaf R. Urbinas, mengungkapkan bahwa kelompok ini masih berada di sekitar Nabire dan menjadi fokus pengejaran untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut. Setelah serangan, KKB berpindah ke area Kali Nabarua, Nabire, dan diduga melakukan pertemuan serta penggalangan dukungan logistik.

Operasi gabungan melibatkan Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) Polri dan Satgas Rajawali Mambri dari TNI. Dalam prosesnya, terjadi kontak tembak yang memungkinkan aparat menguasai lokasi kamp dan mengamankan barang bukti. Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain 561 butir amunisi, 10 magazen, 12 unit telepon genggam, lima alat komunikasi, serta uang tunai puluhan juta rupiah.

Wakil Panglima Koops Habema, Brigjen TNI Riyanto, menambahkan bahwa dalam kontak tembak tersebut, satu anggota terluka namun sudah mendapatkan perawatan medis dan kondisinya kini pulih.

Beberapa poin penting terkait operasi ini adalah:

  • Penyebab Operasi: Serangan terhadap tambang emas PT Kristalin di Lagari pada 21 Februari 2023.
  • Target Operasi: Kelompok KKB yang dipimpin oleh Aibon Kogoya.
  • Lokasi Penyelidikan: Area Kali Nabarua, Nabire.
  • Hasil Operasi: Pengamanan barang bukti seperti amunisi, senjata, dan uang tunai.
  • Kondisi Anggota: Satu anggota terluka, tetapi telah pulih setelah mendapat perawatan.

Aparat gabungan menegaskan bahwa pengejaran akan terus dilakukan untuk memastikan keamanan di Papua Tengah tetap terjaga. Proses penegakan hukum ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketertiban dan mencegah tindakan kriminal yang merugikan masyarakat.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

Pos terkait