Patroli sahur berujung keributan, dua korban di Gresik

Aa15lanr
Aa15lanr



jatim.

GRESIK – Kegiatan patroli sahur di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Gresik, yang seharusnya menjadi momen kebersamaan justru mendadak berubah menjadi mencekam.

Pasalnya, aktivitas membangunkan orang sahur itu berujung pada sebuah aksi tawuran hingga pembacokan. Akibatnya, dua korban dilaporkan menjadi korban karena sabetan senjata tajam.

Kapolsek Panceng AKP Khairul Alam mengatakan dua orang yang menjadi korban ialah Moh Ruhul Madani (25) dan Wahyu Agung Pratama (24). Keduanya merupakan warga desa setempat.

Korban langsung dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik terdekat untuk mendapatkan perawatan.

“Korban perlahan sudah sadar, dan bisa diajak ngomong,” kata Khairul, Jumat (27/2).

Dia menjelaskan kejadian itu bermula saat para pemuda desa setempat menggelar sahur patrol.

Saat itu, terjadi perang bom air antara Pemuda Desa Campurejo dan Pemuda Desa Banyutengah, Jumat (27/2) pukul 00.30 WIB.

Para pemuda Campurejo memilih mundur, dan beberapa di antara pemuda tersebut diduga melontarkan kata-kata kasar.

Hal itu membuat pemuda Banyutengah tidak terima dan mendatangi para pemuda di depan Biliard dan Cafe Desa Campurejo.

“Seseorang pun tiba-tiba melakukan pembacokan kepada kedua korban,” katanya.

Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut untuk pengembangan kasus.

“Satu orang korban yang saat ini masih dirawat,” jelasnya.

Latar Belakang Kegiatan Patroli Sahur

Patroli sahur biasanya dilakukan oleh masyarakat untuk membangunkan tetangga atau rekan yang sedang berpuasa. Tujuannya adalah untuk menciptakan rasa kebersamaan dan saling mengingatkan dalam menjalankan ibadah puasa. Namun, dalam kasus ini, kegiatan yang dimaksudkan untuk kebaikan justru berubah menjadi tindakan yang tidak terduga.

Beberapa faktor mungkin menjadi penyebab terjadinya konflik, seperti ketegangan antar komunitas atau kurangnya pengawasan dari pihak berwajib. Dalam situasi seperti ini, penting bagi masyarakat untuk tetap menjaga sikap tenang dan menghindari tindakan yang dapat memicu konflik.

Tindakan Polisi Pasca Kejadian

Setelah kejadian tersebut, pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan dan melakukan investigasi terhadap kasus ini. Mereka memastikan bahwa semua fakta yang ada dapat dikumpulkan agar bisa ditemukan pelaku dan motif dari tindakan pembacokan tersebut.

Selain itu, polisi juga memberikan perlindungan kepada korban dan keluarga mereka agar merasa aman dan nyaman selama proses penyelidikan berlangsung.

Upaya Mencegah Konflik Serupa

Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, diperlukan kerja sama antara masyarakat, pihak keamanan, dan pemerintah setempat. Beberapa langkah yang bisa diambil antara lain:

  • Peningkatan sosialisasi tentang pentingnya menjaga keharmonisan antar warga.
  • Penguatan pengawasan dalam kegiatan masyarakat, terutama saat acara besar atau pertemuan antar komunitas.
  • Pelibatan tokoh masyarakat sebagai mediator dalam menyelesaikan konflik.

Dengan adanya kesadaran dan komitmen bersama, diharapkan kejadian seperti ini tidak lagi terjadi dan masyarakat dapat hidup dengan damai serta harmonis.

Pos terkait