CO.ID, JEMBRANA – PDAM Tirta Amertha Jati di Kabupaten Jembrana, Bali, melakukan kerja sama dengan pihak swasta dalam upaya memenuhi kebutuhan air bersih untuk pelabuhan ikan internasional yang akan dibangun di wilayah tersebut.
Gede Puriawan, Direktur PDAM Tirta Amertha Jati, menyampaikan bahwa alasan utama menggandeng sektor swasta adalah karena besarnya investasi yang diperlukan. Proses pembahasan serius sedang dilakukan dengan salah satu perusahaan swasta untuk merealisasikan pengadaan air bersih tersebut. Dalam kesepakatan awal, PDAM akan berkontribusi dalam pembelian lahan, sementara pihak swasta akan bertanggung jawab atas pembangunan gedung dan infrastruktur pendukung lainnya.
Pengolahan air bersih yang akan didistribusikan ke pelabuhan ikan internasional ini berlokasi di Dusun Kumbading. Lokasi ini dipilih karena aliran Sungai Ijogading yang jauh dari hulu, sehingga memungkinkan penggunaan air yang lebih leluasa tanpa melanggar aturan neraca air.
Berdasarkan koordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, diketahui bahwa pelabuhan ini membutuhkan debit air hingga 110 liter per detik. Namun, PDAM berencana meningkatkan debit menjadi 150 liter per detik sesuai arahan Bupati untuk mengantisipasi perkembangan kebutuhan pelanggan.
Proyek ini juga akan melibatkan BPKP dan Kejaksaan guna memastikan pelaksanaannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Tujuan Kerja Sama dengan Pihak Swasta
Kerja sama antara PDAM Tirta Amertha Jati dengan pihak swasta memiliki beberapa tujuan utama:
- Meningkatkan kapasitas pasokan air bersih untuk mendukung pengembangan pelabuhan ikan internasional
- Memastikan ketersediaan air yang cukup untuk kebutuhan masyarakat sekitar dan pelaku usaha di sekitar pelabuhan
- Mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam, terutama Sungai Ijogading, sebagai bahan baku pengolahan air
Fase Pembangunan Pelabuhan Ikan Internasional
Proyek pembangunan pelabuhan ikan internasional terdiri dari beberapa fase penting, yaitu:
- Persiapan lahan dan infrastruktur dasar
- Pembangunan fasilitas pengolahan air bersih
- Pemasangan sistem distribusi air ke seluruh area pelabuhan
- Pemantauan dan evaluasi berkala untuk memastikan kualitas air dan keandalan sistem
Peran Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah, khususnya Bupati Jembrana, memiliki peran penting dalam proyek ini. Arahan Bupati untuk meningkatkan debit air menjadi 150 liter per detik menunjukkan komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha. Selain itu, dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan juga menjadi faktor penting dalam memastikan proyek berjalan sesuai rencana.
Tantangan dan Solusi
Beberapa tantangan yang dihadapi dalam proyek ini antara lain:
- Keterbatasan sumber daya finansial untuk pembangunan infrastruktur
- Kebutuhan pengelolaan air yang optimal agar tidak mengganggu ekosistem lokal
- Kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku
Untuk mengatasi tantangan tersebut, PDAM Tirta Amertha Jati bekerja sama dengan pihak swasta dan instansi terkait seperti BPKP dan Kejaksaan. Hal ini bertujuan untuk memastikan proyek berjalan secara transparan, akuntabel, dan sesuai standar yang ditetapkan.
Dengan kerja sama yang telah dibentuk, diharapkan proyek ini dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Jembrana serta pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Bali.





