Strategi Pegadaian untuk Meningkatkan Kinerja Bisnis Bullion
PT Pegadaian tengah mempersiapkan sejumlah strategi untuk mendorong kinerja bisnis bullion pada tahun 2026. Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha, menjelaskan bahwa pihaknya akan fokus pada peningkatan kapabilitas teknologi. Salah satu langkah utama adalah optimalisasi fitur dalam aplikasi Pegadaian Digital.
“Dengan mengoptimalkan integrasi layanan melalui platform seperti Tring, kami berharap dapat memperluas akses dan mempermudah transaksi emas secara end to end,” ujarnya.
Selain itu, Pegadaian juga mulai melakukan penjajakan dan tapping ke pasar global. Langkah ini bertujuan untuk membuka peluang kolaborasi internasional, memperluas likuiditas, serta memperkuat posisi Pegadaian dalam rantai pasok emas yang lebih luas.
“Perusahaan fokus memperkuat posisi sebagai gold ecosystem leader di Indonesia, dengan mendorong peningkatan deposito emas, ekspansi tabungan emas, serta penguatan layanan bullion untuk segmen ritel dan korporasi,” tambah Ferdian.
Pertumbuhan Bisnis Bullion yang Menjanjikan
Pegadaian menargetkan pertumbuhan signifikan dalam bisnis bullion, baik dari sisi volume kelolaan maupun transaksi penjualan. Berdasarkan data terakhir, bisnis bullion Pegadaian menunjukkan pertumbuhan yang solid.
Total deposito emas tercatat mencapai 2,3 ton, sedangkan tabungan emas mencapai 18,7 ton, dan jasa titipan emas korporasi sebesar 3,5 ton per akhir 2025. Pada Januari 2026 saja, penjualan cicil emas Pegadaian mencapai hampir 2 ton (omzet). Ferdian menilai hal tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap produk emas Pegadaian, baik sebagai instrumen investasi maupun lindung nilai.
Peran Teknologi dalam Pengembangan Bisnis
Salah satu faktor kunci dalam strategi pengembangan bisnis bullion adalah pemanfaatan teknologi. Aplikasi Pegadaian Digital menjadi salah satu andalan dalam meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas bagi pelanggan. Dengan fitur-fitur yang terus dikembangkan, pengguna dapat melakukan transaksi emas secara lebih mudah dan cepat.
Selain itu, integrasi dengan platform seperti Tring memberikan kemudahan dalam mengakses layanan emas secara keseluruhan. Hal ini tidak hanya memperluas cakupan pasar, tetapi juga meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap layanan Pegadaian.
Peluang Pasar Global
Pegadaian juga mulai memperluas jangkauannya ke pasar global. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan peluang kolaborasi internasional, yang diharapkan dapat meningkatkan likuiditas dan memperkuat posisi perusahaan dalam industri emas.
Dengan membangun kemitraan yang lebih luas, Pegadaian berharap bisa menjadi bagian dari rantai pasok emas yang lebih komprehensif. Hal ini juga akan membantu dalam memperkuat citra sebagai pemimpin dalam ekosistem emas di Indonesia.
Tantangan dan Harapan
Meskipun ada tantangan, Pegadaian tetap optimis dengan strategi yang telah dirancang. Dengan fokus pada inovasi teknologi, ekspansi pasar, dan peningkatan layanan, perusahaan yakin dapat mencapai target pertumbuhan yang diharapkan.
Selain itu, dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menjadi salah satu faktor penting. Pegadaian telah mendapatkan izin untuk menjalankan kegiatan bisnis bullion sejak 23 Desember 2024, yang memberikan landasan kuat untuk pengembangan bisnis di masa depan.
Dengan kombinasi strategi yang matang dan komitmen untuk terus berkembang, Pegadaian siap menghadapi tantangan dan peluang di industri emas.





