Serangan Iran yang Menyebabkan Kekacauan di Wilayah Teluk
Serangan terhadap beberapa kota di wilayah Teluk Timur Tengah telah mengakibatkan kerusakan signifikan, termasuk kerusakan pada hotel mewah, pusat bisnis, dan pelabuhan. Dalam serangan ini, drone dan rudal Iran menjadi alat utama yang digunakan untuk menyerang berbagai target di wilayah tersebut.
Ledakan di Jebel Ali dan Duqm
Di Jebel Ali, salah satu pelabuhan tersibuk di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), ledakan terdengar secara tiba-tiba. Pada hari yang sama, ledakan besar juga terdengar di pelabuhan komersial Duqm, Oman. Kedua peristiwa ini menunjukkan bahwa serangan Iran tidak hanya berfokus pada satu daerah saja, tetapi mencakup berbagai lokasi penting di kawasan tersebut.
Kerusakan di Dubai dan Manama
Beberapa saat setelah ledakan di Jebel Ali, gelombang ledakan lain mengguncang Dubai, yang merupakan pusat bisnis regional. Kepulan asap putih dari pencegatan rudal terlihat di langit kota, menunjukkan upaya pihak berwenang dalam menghadapi ancaman ini. Di Manama, ibu kota Bahrain, saksi mata melaporkan setidaknya empat ledakan keras. Meski tidak ada laporan langsung tentang korban luka, kekhawatiran akan konsekuensi lebih lanjut tetap tinggi.
Korban Jiwa dan Kerusakan di Oman
Kantor Berita Oman melaporkan bahwa pelabuhan komersial Duqm, yang terletak di Kegubernuran Al Wusta, dihantam oleh dua drone Iran. Dalam serangan tersebut, seorang pekerja asing terluka. Sementara itu, tiga orang yang tewas dalam serangan di UEA adalah warga negara Pakistan, Nepal, dan Bangladesh, kata Kementerian Pertahanan di Abu Dhabi.
Serangan Balasan Iran dan Keamanan Regional
Serangan balasan Iran terhadap aset AS di kawasan tersebut berlanjut untuk hari kedua, meningkatkan kekhawatiran akan konflik yang lebih luas. Ledakan-ledakan lain terdengar di seluruh negara-negara Teluk, dan setidaknya tiga orang tewas di UEA ketika Iran melakukan serangan balasan atas serangan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan pemimpin tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei, dan pejabat tinggi lainnya.
Ledakan di Dubai, Manama, dan Doha
Ledakan terjadi untuk hari kedua pada hari Minggu di Dubai, Uni Emirat Arab; ibu kota Bahrain, Manama; dan ibu kota Qatar, Doha. Kejadian ini meningkatkan kekhawatiran akan konflik yang lebih luas di wilayah yang selama ini dianggap sebagai tempat perlindungan perdamaian dan keamanan di Timur Tengah yang penuh gejolak.
Kecaman terhadap Serangan Iran ke Oman
Serangan Iran terhadap Oman, yang sebelumnya menjadi mediator negosiasi antara Iran dan AS sebelum AS dan Israel melancarkan serangan mereka pada hari Sabtu, dikecam oleh Dewan Kerja Sama Teluk. Majed al-Ansari, juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, mengatakan serangan terhadap Oman “adalah serangan terhadap prinsip mediasi itu sendiri”.
Serangan Sebelumnya terhadap Pangkalan Militer AS
Ledakan tersebut terjadi setelah sehari sebelumnya terjadi serangan serupa oleh Iran terhadap pangkalan-pangkalan yang digunakan oleh militer AS dan aset-aset AS lainnya di seluruh Teluk. Ribuan tentara AS ditempatkan di negara-negara Arab yang kaya minyak dan gas yang terletak tepat di seberang Teluk dari Iran.
Dampak di Bandara dan Wilayah Lain
Pada hari Sabtu, Iran menembakkan 137 rudal dan 209 drone di seluruh UEA, kata Kementerian Pertahanan UEA, dengan api dan asap mencapai landmark Dubai, Palm Jumeirah dan Burj al-Arab. Di bandara Abu Dhabi, setidaknya satu orang tewas dan tujuh orang terluka selama apa yang disebut oleh otoritas fasilitas tersebut sebagai “insiden”. Bandara Dubai, bandara tersibuk di dunia untuk lalu lintas internasional, dan bandara Kuwait juga terkena dampaknya.
Serangan ke Qatar dan Yordania
Sementara itu, pejabat Qatar mengatakan Iran meluncurkan 65 rudal dan 12 drone ke arah negara Teluk tersebut pada hari Sabtu, sebagian besar berhasil dicegat, tetapi 16 orang terluka dalam serangan tersebut. Di tempat lain di kawasan itu, sistem pertahanan Yordania mencegat rudal yang memasuki wilayah udara ibu kota, Amman, dan wilayah utara negara itu, menurut Al Jazeera Arabic. Sirene juga terdengar di Kuwait, lapor jaringan tersebut.
Drone di Irak Utara
Di Irak utara, sebuah drone jatuh di dekat Bandara Internasional Erbil, menurut laporan media lokal, dengan kepulan asap besar yang membubung. AS dilaporkan masih memiliki tentara di wilayah Kurdi semi-otonom Irak, yang ibu kotanya adalah Erbil, sebagai bagian dari koalisi internasional melawan ISIL (ISIS).





