Pelajar Aceh Utara Belum Dapat Manfaat Program MBG, Warga Kritik Pemerataan

Img 20250110 120207 1
Img 20250110 120207 1

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Belum Menjangkau Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara

Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang seharusnya menjadi solusi untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan pelajar di berbagai daerah, hingga kini masih belum menjangkau Kecamatan Tanah Pasir, Kabupaten Aceh Utara. Hal ini menyebabkan para pelajar setempat belum pernah merasakan manfaat dari program tersebut sejak awal penerapannya.

Masyarakat di wilayah tersebut mengeluh karena belum menerima sosialisasi resmi terkait jadwal maupun mekanisme pelaksanaan MBG. Akibatnya, banyak orang tua dan siswa mempertanyakan bagaimana program yang disebut-sebut berskala nasional bisa tidak merata dalam distribusinya.

Tidak Ada Sosialisasi Resmi

Menurut informasi yang diperoleh, hingga saat ini belum ada sosialisasi resmi yang dilakukan oleh pihak terkait kepada sekolah atau aparat gampong di Kecamatan Tanah Pasir. Hal ini membuat masyarakat sulit memahami bagaimana program akan dijalankan dan kapan pelaksanaannya dimulai.

M. Husen Basyah, warga Mukim Jrat Manyang, Kecamatan Tanah Pasir, mengungkapkan bahwa masyarakat hanya bisa menyaksikan dinamika MBG di daerah lain tanpa adanya informasi pasti mengenai rencana implementasi di kecamatan mereka. Ia juga menyampaikan bahwa bahkan di daerah lain terdapat masalah dalam pelaksanaan program, sementara di Tanah Pasir sendiri, pelaksanaannya belum pernah terjadi sama sekali.

“Kami mendengar di tempat lain sudah berjalan, bahkan ada yang sampai bermasalah. Di Tanah Pasir, jangankan ada persoalan, pelaksanaannya saja belum pernah ada,” ujar Husen.

Pertanyaan tentang Pemerataan Program

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat terkait pemerataan program yang diklaim berskala nasional. Husen menilai bahwa kendala geografis tidak seharusnya menjadi alasan keterlambatan distribusi MBG. Ia menegaskan bahwa setiap siswa memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses terhadap program pemerintah, tanpa memandang lokasi wilayah.

“Kalau program ini memang untuk seluruh anak sekolah, maka pelaksanaannya harus transparan dan merata. Jangan sampai muncul kesan ada wilayah yang diprioritaskan dan ada yang diabaikan,” tegasnya.

Permintaan Warga untuk Kejelasan

Warga Tanah Pasir meminta pemerintah daerah dan instansi terkait segera memberikan penjelasan resmi mengenai status dan jadwal implementasi MBG di kecamatan tersebut. Mereka berharap ada kepastian agar tidak terjadi kesenjangan pelayanan antarwilayah.

Di sisi lain, polemik dugaan keracunan yang terjadi di wilayah lain sebelumnya juga menjadi perhatian publik dan menuntut penguatan pengawasan dalam pelaksanaan program. Perbedaan situasi antara daerah yang menghadapi persoalan teknis dan wilayah yang belum tersentuh sama sekali dinilai sama-sama menjadi ujian bagi konsistensi dan akuntabilitas pelaksanaan MBG di Aceh.

Harapan untuk Transparansi dan Akuntabilitas

Dalam konteks ini, penting bagi pemerintah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan MBG. Dengan demikian, masyarakat dapat merasa yakin bahwa program tersebut benar-benar dirancang untuk membantu semua pelajar, termasuk di wilayah-wilayah yang belum mendapatkan akses.

Selain itu, penguatan pengawasan dan evaluasi secara berkala diperlukan agar tidak ada lagi kasus seperti yang terjadi di beberapa daerah sebelumnya. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan MBG dapat berjalan lebih efektif dan merata di seluruh Aceh, termasuk di Kecamatan Tanah Pasir.

Pos terkait