Pelantikan 143 Kepsek, Haerul Warisin Pesan Kawal MBG Hingga Tuntas

1704086991
1704086991

Bupati Lombok Timur Minta Kepala Sekolah Awasi Program MBG Secara Ketat

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisan, memberikan peringatan tegas kepada seluruh kepala sekolah di wilayahnya untuk memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Program ini dianggap sangat penting dalam meningkatkan kesehatan dan konsentrasi belajar siswa.

Program yang dicanangkan pemerintah pusat ini bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak, mencegah stunting, serta mendukung prestasi akademik mereka. Dalam acara pelantikan 143 kepala sekolah di Pendopo pada Senin (2/3/2026), Bupati Haerul Warisan menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan MBG.

“Saya minta kepada para kepala sekolah untuk benar-benar mengawal program ini. Mulai dari ketepatan waktu distribusi, kebersihan makanan, hingga memastikan tidak ada siswa yang terlewat,” ujar Bupati yang akrab disapa Iron.

Ia menjelaskan bahwa program MBG adalah wujud nyata perhatian pemerintah terhadap masa depan generasi muda. Peran kepala sekolah dan guru sangat krusial sebagai ujung tombak di lapangan. Mereka diminta untuk proaktif berkoordinasi dengan pihak penyedia makanan serta orang tua siswa jika ditemui kendala teknis.

“Jika ada masalah, segera laporkan. Jangan sampai program baik ini tidak memberikan manfaat maksimal karena kelalaian dalam pengawasan. Libatkan juga komite sekolah untuk ikut memantau,” tegasnya.

Program Makan Bergizi Gratis yang sudah mulai digulirkan di Lombok Timur ini menyasar ribuan siswa dari tingkat PAUD, SD, hingga SMP. Diharapkan program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan, tetapi juga dapat mencegah stunting dan mendorong peningkatan prestasi akademik siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, M. Nurul Wathoni, mengungkapkan bahwa beberapa sekolah yang berada di pelosok masih belum mendapatkan MBG. Ia mengaku pihaknya telah melayangkan surat ke Badan Gizi Nasional (BGN) untuk pemenuhan gizi peserta didik yang berada di pelosok.

“Masih ada laporan yang belum menerima MBG termasuk di wilayah Jeringo karena disana belum ada dapur. Kami sudah sampaikan ke BGN,” pungkasnya.

Tantangan Pelaksanaan Program MBG di Wilayah Terpencil

Beberapa daerah di Lombok Timur, terutama yang berada di pelosok, masih menghadapi tantangan dalam pelaksanaan program MBG. Hal ini terkait dengan kurangnya infrastruktur seperti dapur atau tempat penyimpanan makanan. Sejumlah sekolah di wilayah Jeringo, misalnya, belum bisa menikmati manfaat dari program tersebut karena belum memiliki fasilitas yang memadai.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur menilai bahwa perlu adanya koordinasi yang lebih intensif antara pihak sekolah, pemerintah daerah, dan lembaga nasional seperti BGN. Dengan demikian, semua siswa, termasuk yang tinggal di daerah terpencil, dapat merasakan manfaat dari program ini.

Langkah-Langkah yang Diambil untuk Memastikan Keberhasilan MBG

Untuk memastikan keberhasilan program MBG, beberapa langkah telah diambil oleh pihak terkait. Pertama, kepala sekolah dan guru diminta untuk aktif melakukan pengawasan terhadap proses distribusi makanan. Kedua, komite sekolah juga dilibatkan dalam memantau pelaksanaan program agar tidak ada kesalahan dalam penerapan.

Selain itu, pihak sekolah diminta untuk segera melaporkan masalah yang terjadi, baik itu terkait dengan ketersediaan makanan, kebersihan, atau ketepatan waktu. Dengan adanya sistem pelaporan yang efektif, diharapkan program MBG dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi kesehatan dan prestasi siswa.

Komentar dari Stakeholder Terkait

Stakeholder terkait, seperti guru dan orang tua siswa, juga menunjukkan dukungan terhadap program MBG. Mereka berharap program ini dapat berkelanjutan dan mencakup semua siswa di Lombok Timur, termasuk yang tinggal di daerah terpencil. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan program MBG dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak-anak di daerah tersebut.


Pos terkait