Penunjukan Direktur Utama BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan
Pada Jumat (20/2/2026), Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Muhaimin Iskandar, resmi melakukan serah terima jabatan (sertijab) untuk susunan baru direksi BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan serta dewan pengawasnya. Penunjukan ini dilakukan sesuai dengan keputusan Presiden Prabowo Subianto mengenai susunan baru Dewan Pengawas dan Direksi BPJS Kesehatan untuk masa jabatan 2026-2031. Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 17/P Tahun 2026.
Struktur Direksi BPJS Kesehatan
Berdasarkan keputusan terbaru, jajaran direksi BPJS Kesehatan baru terdiri dari:
- Prihati Pujowaskito sebagai Direktur Utama
- Abdi Kurniawan Purba
- Akmal Budi Yulianto
- Bayu Teja Muliawan
- Fatih Waluyo Wahid
- Setiaji
- Vetty Yulianty Permanasari
- Sutopo Patria Jati
Selain itu, sertijab juga dilakukan terhadap jajaran direksi BPJS ketenagakerjaan dan dewan pengawasnya. Masa jabatan anggota direksi diatur sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, yang menyatakan bahwa anggota direksi diangkat untuk masa jabatan lima tahun.

Layanan Kesehatan sebagai Hak Konstitusional
Dalam arahannya, Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin Iskandar, menekankan pentingnya BPJS Kesehatan sebagai pelayan masyarakat yang memberikan rasa aman. Ia meminta agar BPJS hadir dalam bentuk layanan yang berkualitas, bukan hanya sekadar formalitas.
“BPJS hadir agar masyarakat hidup tanpa rasa khawatir. Jangan sampai sebaliknya, masyarakat puas dengan pelayanan yang tidak berkualitas. Saatnya masyarakat terlindungi dari risiko, mereka mempunyai ruang yang luas untuk naik kelas, inilah bagian dari cita-cita kita semua,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa layanan kesehatan adalah hak konstitusional masyarakat. “Layanan kesehatan bagi setiap warga negara adalah hak konstitusional, tugas BPJS Kesehatan memastikan bahwa setiap warga negara memiliki akses atas hak konstitusional tersebut,” tambahnya.

Latar Belakang dan Karier Direktur Utama BPJS Kesehatan
Direktur Utama BPJS Kesehatan yang baru, Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito, lahir di Solo pada 29 Maret 1967. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Madiun dan Sukoharjo. Setelah itu, ia melanjutkan studi kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret dan mengambil spesialisasi jantung dan pembuluh darah di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.
Prihati juga menyelesaikan Magister Manajemen Rumah Sakit dan doktor hukum kesehatan. Dalam karier militer dan medisnya, ia pernah bertugas sebagai dokter di Komando Pasukan Khusus dan di lingkungan Pusat Kesehatan Angkatan Darat. Selanjutnya, ia menjadi dokter spesialis jantung di RS TNI AD Dustira Cimahi.
Pada periode 2018–2021, ia menjabat Kepala Departemen Jantung RSPAD Gatot Soebroto serta dosen Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani. Kemudian, ia menjabat Direktur Pengawasan Medik RSPAD. Tahun 2023–2025, ia dipercaya menjadi Dekan Fakultas Militer Universitas Pertahanan Republik Indonesia serta tercatat sebagai instruktur ACLS PERKI.
Turut hadir dalam agenda ini Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, serta Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor.





