Pengukuhan Pimpinan Saka Wanabakti Kota Bogor Masa Bakti 2025–2030
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor sekaligus Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Bogor, Denny Mulyadi, telah mengukuhkan Pimpinan Saka Wanabakti Kota Bogor Masa Bakti 2025–2030. Acara pengukuhan dan pelantikan ini berlangsung di Gedung KSDAE, Jalan Juanda, Kota Bogor, pada hari Sabtu (28/2/2026).
Pengukuhan ini menjadi momen penting bagi Saka Wanabakti, yang merupakan bagian dari Gerakan Pramuka. Dalam sambutannya, Denny Mulyadi menyampaikan tiga pesan utama kepada pimpinan dan pengurus Saka Wanabakti, yaitu inovasi, kolaborasi, dan keteladanan.
“Saya titipkan tiga hal penting: inovasi, kolaborasi, dan keteladanan. Pelantikan ini menjadi awal dari amanah besar untuk menjadikan Saka Wanabakti Kota Bogor sebagai garda terdepan dalam edukasi lingkungan dan teladan bagi seluruh anggota Pramuka di Kota Bogor,” ujar Denny Mulyadi.
Inovasi dalam Program Kerja Saka Wanabakti
Denny Mulyadi menekankan bahwa inovasi sangat penting bagi Saka Wanabakti agar mampu merancang program kerja yang adaptif dan relevan dengan Generasi Z dan Generasi Alpha. Ia menyarankan adanya kegiatan seperti urban forestry, trekking bukit atau hutan, serta pendakian pemula yang edukatif dan mampu menumbuhkan karakter cinta alam.
Inovasi ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap lingkungan, tetapi juga untuk membentuk karakter yang tangguh dan penuh tanggung jawab. Dengan program-program yang kreatif dan sesuai dengan perkembangan zaman, Saka Wanabakti dapat menjadi wadah yang efektif dalam membangun kesadaran lingkungan.
Kolaborasi untuk Sinergi yang Lebih Kuat
Selain inovasi, Denny Mulyadi menekankan pentingnya kolaborasi antara Saka Wanabakti dengan berbagai pihak. Kolaborasi ini diperlukan untuk membangun sinergi yang kuat, baik dengan instansi pemerintah maupun komunitas lokal. Beberapa mitra yang disebutkan antara lain Kementerian Kehutanan, Kebun Raya Bogor, Dinas Lingkungan Hidup, serta komunitas pecinta lingkungan.
Dengan bekerja sama, Saka Wanabakti dapat memperluas jangkauan dan dampak kegiatannya. Kolaborasi ini juga akan membantu memastikan bahwa program-program yang dilaksanakan dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Keteladanan sebagai Pedoman Hidup
Ketiga pesan utama yang disampaikan Denny Mulyadi adalah keteladanan. Ia menekankan bahwa para pimpinan dan pengurus Saka Wanabakti harus menjadi contoh dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini meliputi menerapkan gaya hidup minim sampah, bijak dalam menggunakan sumber daya, serta menunjukkan kepedulian nyata terhadap lingkungan.
Keteladanan ini tidak hanya menjadi pedoman bagi anggota Saka Wanabakti, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat luas. Dengan sikap yang konsisten dan komitmen yang tinggi, Saka Wanabakti dapat menjadi model perubahan positif dalam masyarakat.
Profil Saka Wanabakti
Satuan Karya (Saka) merupakan organisasi pendukung Gerakan Pramuka yang menjadi wadah bagi anggota untuk mengembangkan bakat, minat, pengetahuan, dan kecakapan hidup di bidang tertentu. Saka Wanabakti memiliki empat krida utama, yaitu Tata Wana, Reksa Wana, Bina Wana, dan Guna Wana. Keempat krida tersebut menjadi pedoman dalam merencanakan, menjaga, membina, serta memanfaatkan hutan dan lingkungan secara bijak dan berkelanjutan.
Penutup
Di akhir kegiatan, Denny Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan atas pembinaan serta fasilitasi bagi Sanggar Pramuka Saka Wanabakti Kota Bogor. Ia berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan ke depan, sehingga Saka Wanabakti dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata dalam upaya pelestarian lingkungan.





