Kekalahan Chelsea dari Arsenal: Masalah yang Terulang
Pada laga derbi London Utara antara Chelsea dan Arsenal di Stadion Emirates, Senin (2/3/2026) dini hari WIB, tim asuhan Liam Rosenior harus menerima kekalahan 1-2. Pelatih Chelsea ini mengecam pengambilan keputusan yang dianggapnya tidak tepat selama pertandingan, terutama karena dua gol yang dicetak oleh Arsenal berasal dari skema tendangan sudut yang sebelumnya telah menjadi fokus latihan tim.
Rosenior mengakui bahwa awal kariernya sebagai pelatih Chelsea cukup positif setelah menggantikan Enzo Maresca. Namun, kekalahan ini menjadi yang pertama dalam tujuh pertandingan liga, dan beberapa masalah yang sering muncul kembali mengganggu upaya Chelsea untuk finis di lima besar.
Gol-gol yang dicetak oleh William Saliba dan Jurrien Timber berasal dari skema tendangan sudut yang sudah dilatih oleh Chelsea sepanjang pekan. Hal ini menunjukkan bahwa ada ketidakmampuan dalam menjaga konsistensi dalam penerapan strategi tersebut.
Selain itu, Pedro Neto diusir keluar lapangan setelah menerima dua kartu kuning dalam tiga menit yang kacau setelah gol Timber pada menit ke-65. Ini menambah masalah bagi Chelsea, yang sebenarnya tampil lebih baik dalam laga ini.
Rosenior menyatakan kekecewaannya atas kekalahan ini. Ia menilai bahwa Chelsea kembali menciptakan masalah bagi diri sendiri, seperti yang terjadi dalam hasil imbang 1-1 melawan Burnley pekan lalu ketika Wesley Fofana diusir keluar lapangan.
“Saya merasa sebagai sebuah tim, termasuk saya sendiri, kami telah belajar dari kesalahan pekan lalu. Kebobolan dua gol dari bola mati, yang pada akhirnya membuat kami kalah, sungguh mengecewakan,” kata Rosenior.
Ia juga mengungkapkan kekecewaan atas kartu merah yang diterima Pedro Neto. Menurutnya, ini bukan hanya soal pemain tersebut, tetapi juga tentang tanggung jawab keseluruhan tim.
“Saya pikir sebagai sebuah kelompok, termasuk saya sebagai pemimpin, kami harus lebih bertanggung jawab atas beberapa pengambilan keputusan yang kami buat dalam hal disiplin dan dalam hal kebobolan gol. Beberapa di antaranya tidak dapat diterima di level ini,” ungkapnya.
Chelsea berhasil menyamakan kedudukan melalui gol bunuh diri Piero Hincapie. Meskipun bermain dengan 10 pemain, mereka hampir meraih satu poin melawan tim pemimpin klasemen. Namun, kekalahan ini membuat mereka berada di posisi keenam dan membutuhkan kemenangan untuk mengembalikan harapan finis di lima besar.
Chelsea kini memiliki tujuh pemain yang mendapat kartu merah di liga musim ini, dan Rosenior mengakui bahwa disiplin menjadi masalah utama. Ia mengatakan akan berbicara dengan staf pelatih, staf klub, dan para pemain karena situasi ini tidak dapat diterima.
“Terutama dua pertandingan terakhir, kami telah menyebabkan masalah untuk kami sendiri, bahkan di sini melawan tim yang sangat bagus. Anda bisa melihat ada banyak hal bagus dalam permainan kami. Ada banyak hal bagus secara teknis, taktis, dan kualitas permainan kami. Tetapi jika kami tidak memberantas ketidakdispilinan, ini akan menjadi hal yang merugikan kami,” tegasnya.
Masalah yang Harus Diperbaiki
Dalam beberapa pertandingan terakhir, Chelsea sering kali menghadapi masalah serupa, yaitu kehilangan pemain karena kartu merah dan kebobolan dari skema tendangan sudut. Ini menunjukkan bahwa ada ketidakstabilan dalam performa tim, terutama dalam hal disiplin dan konsentrasi.
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan oleh Rosenior antara lain:
- Disiplin Pemain: Banyak pemain Chelsea yang sering mendapat kartu kuning atau merah, yang berdampak langsung pada performa tim.
- Strategi Tendangan Sudut: Meskipun sudah dilatih, skema tendangan sudut masih menjadi celah bagi lawan untuk mencetak gol.
- Kepemimpinan Tim: Pelatih dan kapten tim perlu meningkatkan komunikasi dan pengambilan keputusan saat berada di lapangan.
Dengan masalah yang sama terus muncul, Chelsea perlu segera melakukan perubahan agar bisa kembali bersaing di papan atas klasemen.





