JAKARTA – Yayasan Indonesia Setara (YIS) bekerja sama dengan UMKM Sahabat Sandi mengadakan sebuah workshop pembuatan kue kering Lebaran. Acara ini diadakan di Jalan Pasar Atas, Cimahi, Jawa Barat, dan dihadiri oleh ratusan ibu rumah tangga.
Founder YIS, Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan bahwa organisasi yang ia dirikan memiliki tiga fokus utama, yaitu pemberdayaan difabel, anak muda, dan perempuan. Workshop tersebut menjadi bagian dari program pemberdayaan ekonomi perempuan yang terus dilakukan YIS di berbagai daerah.
“Salah satu program yang kami jalankan secara terus-menerus adalah Perempuan Berdaya. Kami mengajarkan keterampilan tata boga, seperti pelatihan Kue Kering Lebaran,” ujar Sandiaga dalam keterangan tertulis di Jakarta pada Selasa (3/3/2026).
Sandiaga berharap peserta bisa mendapatkan keterampilan baru yang dapat langsung diterapkan untuk membuka usaha rumahan. Dengan kemampuan memproduksi dan menjual olahan makanan, para ibu rumah tangga diharapkan mampu membangun kemandirian ekonomi.
“Harapannya setelah mengikuti pelatihan ini, ibu-ibu bisa memiliki keterampilan dan mandiri,” kata Sandiaga. “Mereka bisa mencari cuan sambut Lebaran,” lanjutnya.
Ketua Umum UMKM Sahabat Sandi, Dewi Trianawati menjelaskan, pada sesi kick-off program, peserta dibekali keterampilan membuat dua produk kue kering, yakni matcha cookies dan nastar. Kedua menu itu dipilih karena bahan bakunya relatif murah, mudah diperoleh, serta fleksibel untuk dimodifikasi sesuai kreativitas penjual.
Tak hanya keterampilan teknis, peserta juga mendapatkan pelatihan pemasaran digital. Mereka diajarkan membuat desain flyer promosi dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (generative AI), sekaligus mempraktikkan strategi pemasaran melalui media sosial.
“Menariknya, para peserta langsung ditantang membuka pre-order pada hari yang sama. Dari tantangan tersebut, tercatat total 29 pesanan dengan rincian 117 toples nastar dan 101 toples matcha cookies,” ucap Dewi.
Fokus Pemberdayaan Ekonomi Perempuan
Program ini menunjukkan komitmen YIS dalam memberdayakan perempuan melalui berbagai pelatihan dan pelatihan keterampilan. Dengan fokus pada kue kering Lebaran, peserta tidak hanya belajar cara membuat kue, tetapi juga mengembangkan keterampilan bisnis mereka.
- Pelatihan keterampilan tata boga: Peserta diajarkan cara membuat dua jenis kue kering yang populer, yaitu matcha cookies dan nastar.
- Pelatihan pemasaran digital: Peserta diberikan pengetahuan tentang penggunaan teknologi AI dalam desain promosi dan strategi pemasaran di media sosial.
- Penerapan langsung: Peserta diberi kesempatan untuk membuka pre-order pada hari yang sama, sehingga mereka bisa langsung menguji kemampuan bisnis mereka.
Hasil yang Menggembirakan
Dalam acara tersebut, peserta berhasil mencatatkan sejumlah pesanan. Ini menunjukkan bahwa keterampilan yang diberikan dapat langsung diterapkan dalam dunia nyata.
- Total pesanan: 29
- Nastar: 117 toples
- Matcha cookies: 101 toples
Hasil ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh peserta. Dengan dukungan dari YIS dan UMKM Sahabat Sandi, mereka memiliki kesempatan untuk berkembang lebih jauh.
Kesimpulan
Workshop Baking Kue Kering Lebaran yang diselenggarakan oleh Yayasan Indonesia Setara bersama UMKM Sahabat Sandi merupakan langkah penting dalam pemberdayaan ekonomi perempuan. Dengan kombinasi pelatihan keterampilan dan pemasaran digital, peserta tidak hanya belajar membuat kue, tetapi juga mengembangkan kemampuan bisnis mereka.
Acara ini menjadi contoh sukses dari upaya pemberdayaan perempuan melalui pendidikan dan pelatihan. Dengan keterampilan yang diperoleh, peserta diharapkan mampu membangun kemandirian ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup mereka.





