Peluncuran Film Dokumenter “Matahari dalam Tanah”, Menggambarkan Perjuangan Energi Panas Bumi di Flores

Aa1wecqo
Aa1wecqo

Peluncuran Film Dokumenter “Matahari dalam Tanah” di Kupang

Film dokumenter berjudul “Matahari dalam Tanah” resmi diluncurkan di Hotel Aston Kupang, Minggu (1/3/2026) pukul 17.30 WITA. Acara peluncuran ini berlangsung dengan suasana khidmat dan dihadiri oleh sejumlah pejabat serta undangan penting.

Beberapa tokoh yang hadir antara lain mewakili Kapolda NTT, yaitu Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., Assistant Intelijen Muhammad Ahsan Tamrin, Senior Manager PLN UIP Nusa Tenggara Bruli Victor Tarigan, Senior Manager Transmisi & Distribusi PLN UIW NTT Suparje Wardiyono, serta Manager PLN UPP Nusra 3 Agung Triwibowo.

Selain itu, hadir juga Pemimpin Redaksi Pos Kupang Dion D.B Putra, General Manager PT Timor Media Grafika penerbit Harian Pos Kupang Margaretha Iin Wahyuningrum, pemeran utama film Maria Sholastika Maunino, serta kru Tribun EO Kupang sebagai film maker.

Film dokumenter ini merupakan hasil kerja sama antara Pos Kupang dan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Nusra 3 bersama Tribun EO Kupang. “Matahari dalam Tanah” adalah film dokumenter-fiksi reflektif berdurasi 24 menit yang mengikuti perjalanan Mira, seorang perempuan muda asal Atadei yang pulang ke kampung halamannya saat proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dimulai.

Dalam perjalanannya, Mira mencoba memahami makna pembangunan di tanah kelahirannya. Ia mengunjungi Ulumbu di Ruteng, Manggarai, yang telah lebih dulu merasakan manfaat energi geothermal, di mana anak-anak dapat belajar dengan penerangan memadai dan warga mulai mengembangkan usaha.

Namun ketika tiba di Mataloko, Ngada, ia mendapati kegelisahan warga, mulai dari ketidakpercayaan hingga trauma akibat proses yang dianggap kurang terbuka. Saat lampu ruangan diredupkan, seluruh tamu undangan dan penonton tampak hening menyaksikan tayangan yang menggambarkan pergulatan antara harapan akan energi bersih dan dinamika sosial di tengah masyarakat.

Melalui narasi puitis dan visual sinematik, film ini menghadirkan ruang dialog tentang energi hijau panas bumi di Flores, sekaligus mengajak publik merefleksikan bagaimana pembangunan dapat berjalan berdampingan dengan nilai-nilai tradisi.

Sinematografi yang Menarik

Film ini menggunakan pendekatan sinematik yang menarik untuk menyampaikan pesan-pesan penting. Setiap adegan dirancang dengan cermat agar mampu menggambarkan perasaan dan pengalaman para tokoh dalam cerita. Visual yang digunakan tidak hanya indah tetapi juga mampu menyampaikan makna yang dalam.

Ketika Mira berkeliling kampungnya, penonton diajak untuk merasakan perubahan yang terjadi, baik positif maupun negatif. Film ini menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan, serta membuka ruang diskusi tentang pentingnya partisipasi masyarakat dalam setiap proyek pembangunan.

Pesan yang Mendalam

Selain menampilkan sisi-sisi teknis dari proyek energi panas bumi, film ini juga menyampaikan pesan-pesan moral yang sangat relevan. Melalui dialog-dialog yang disampaikan oleh tokoh-tokoh dalam film, penonton diajak untuk memikirkan kembali arti dari pembangunan yang berkelanjutan.

Film ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan potensi daerah Flores sebagai sumber energi alternatif yang bisa memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Dengan adanya film ini, diharapkan semakin banyak orang yang peduli terhadap isu-isu energi dan lingkungan.


Pos terkait