Pemain Persijap Rahmat Hidayat Kolaps saat Lawan Persebaya, Ini Penyebab Medisnya

0507 Halftime Shopee Liga 1 2019 Persebaya Vs Persib Bandung 1
0507 Halftime Shopee Liga 1 2019 Persebaya Vs Persib Bandung 1

Insiden Mendadak Saat Laga BRI Super League 2025/2026

Laga pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026 antara Persijap Jepara dan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (21/2/2026) malam WIB, berlangsung dengan suasana yang mendadak hening. Hal ini terjadi setelah bek Persijap, Rahmat Hidayat, tiba-tiba kolaps di tengah lapangan saat pertandingan masih berlangsung.

Peristiwa tersebut terjadi ketika Persijap sedang mencoba membangun serangan. Tanpa adanya benturan berarti dengan pemain lawan, Rahmat tiba-tiba terjatuh. Pemain berusia 23 tahun tersebut sempat melambaikan tangan sebelum tim medis bergegas masuk ke lapangan untuk memberikan pertolongan pertama.

Setelah mendapatkan penanganan awal, Rahmat harus dibawa menggunakan ambulans ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Ia kemudian digantikan oleh Buyung Ismu pada menit ke-67 pertandingan.

Pihak Persijap menginformasikan bahwa Rahmat mengalami hipoglikemia dan hipokalemia. Kedua kondisi ini menjadi penyebab utama dari insiden yang terjadi.

Apa Itu Hipoglikemia?

Hipoglikemia merupakan kondisi ketika kadar gula darah berada di bawah batas normal, umumnya di bawah 70 mg/dL. Glukosa sendiri menjadi sumber energi utama tubuh, terutama bagi otak. Ketika kadar gula darah turun drastis, seseorang bisa mengalami lemas, pusing, hingga kehilangan kesadaran.

Kondisi ini tidak hanya dialami penderita diabetes. Pada atlet, hipoglikemia dapat terjadi akibat kurangnya asupan makanan sebelum pertandingan, kelelahan, atau aktivitas fisik berat tanpa suplai energi yang cukup.

Apa Itu Hipokalemia?

Selain itu, Rahmat juga didiagnosis mengalami hipokalemia, yakni kondisi ketika kadar kalium dalam darah berada di bawah 3,5 mmol/L. Kalium memiliki peran penting dalam menjaga fungsi otot, saraf, dan irama jantung. Jika kadarnya menurun, risiko gangguan otot hingga irama jantung bisa meningkat.

Tim medis Persijap langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk pengecekan kondisi jantung dan saturasi oksigen. Setelah mendapatkan penanganan di rumah sakit, kondisi Rahmat dilaporkan mulai membaik. Namun, ia tetap akan menjalani observasi lanjutan selama 24 jam guna memastikan tidak ada komplikasi lanjutan.

Pentingnya Pemantauan Kondisi Fisik Pemain

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya pemantauan kondisi fisik pemain, terutama di tengah jadwal kompetisi yang padat. Pemain profesional sering kali menghadapi tekanan fisik dan mental yang tinggi, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih intensif dalam hal kesehatan dan persiapan.

Di sisi lain, dukungan dari rekan setim dan suporter terus mengalir untuk Rahmat agar segera pulih dan kembali merumput bersama Persijap di sisa musim BRI Super League.


Pos terkait