Pemalang-Pekalongan Jalan Nasional Dipercepat, Selesai Sebelum Lebaran

Rekonstruksi Jalan Pemalang Pekalongan Ditargetkan Selesai 246 Km Sebelum H 10 Lebaran 1
Rekonstruksi Jalan Pemalang Pekalongan Ditargetkan Selesai 246 Km Sebelum H 10 Lebaran 1

Pemalang–Pekalongan: Progres Pekerjaan Preservasi Jalan Mencapai 78,89 Persen

Ruas Jalan Nasional Pemalang–Pekalongan merupakan bagian penting dari koridor strategis Pantura yang memiliki mobilitas kendaraan tinggi. Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pekerjaan preservasi agar kondisi jalan tetap mantap dan aman dilalui masyarakat menjelang periode mudik Lebaran 2026.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa ruas tersebut menjadi prioritas utama dalam penanganan infrastruktur. “Kami berkomitmen untuk memastikan ruas Pemalang–Pekalongan dalam kondisi baik sebelum Lebaran. Ini adalah bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan layanan infrastruktur yang andal, khususnya di jalur dengan lalu lintas padat seperti Pantura,” ujarnya pada Minggu (1/3/2026).

Fokus pada Peningkatan Struktur Perkerasan Jalan

Pekerjaan preservasi mencakup sejumlah segmen prioritas yang difokuskan pada perbaikan struktur perkerasan jalan. Tujuannya adalah meningkatkan daya tahan serta kenyamanan berkendara. Beberapa titik strategis menjadi prioritas penyelesaian agar tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas selama masa mudik.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DI Yogyakarta, Moch Iqbal Tamher, menyampaikan bahwa progres fisik pekerjaan hingga saat ini telah mencapai 78,89%, melebihi target rencana sebesar 37,66%. “Progres secara keseluruhan hingga saat ini mencapai 78,89%, lebih tinggi dari target yang ditetapkan,” kata Iqbal Tamher.

Metode Penanganan yang Berbeda untuk Setiap Segmen

Metode penanganan dilakukan melalui dua tipe pekerjaan. Tipe pertama dilakukan tanpa pembongkaran perkerasan eksisting. Konstruksi baru berupa AC-BC tebal minimum 3 cm dan beton mutu fs’45 tebal 31 cm diterapkan dengan waktu pengerasan 3–7 hari.

Sementara itu, tipe kedua melibatkan pembongkaran perkerasan eksisting. Setelah itu, dilakukan pekerjaan agregat Kelas A tebal 20 cm, beton kurus tebal 10 cm, dan beton fs’45 tebal 31 cm. Proses ini juga membutuhkan waktu pengerasan 3–7 hari untuk memperkuat struktur jalan secara menyeluruh.

Pemeliharaan Rutin untuk Menjaga Keselamatan Pengguna Jalan

Selain pekerjaan rekonstruksi, preservasi juga mencakup pemeliharaan rutin. Hal ini meliputi perbaikan campuran aspal panas serta pengendalian vegetasi di sepanjang ruas jalan. Langkah-langkah ini bertujuan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Dengan adanya preservasi ini, Kementerian PU memastikan konektivitas antarwilayah di Jawa Tengah tetap terjaga. Selain itu, preservasi juga mendukung kelancaran arus mudik pada koridor strategis Pantura Jawa.

Tantangan dan Strategi Penyelesaian

Meskipun progres sudah mencapai 78,89 persen, masih ada tantangan dalam proses pekerjaan. Salah satunya adalah menjaga kualitas konstruksi sambil mempercepat waktu pelaksanaan. Untuk itu, pihak terkait terus melakukan koordinasi dan pengawasan ketat agar semua pekerjaan sesuai standar.

Strategi lain yang digunakan adalah membagi pekerjaan menjadi beberapa segmen prioritas. Titik-titik yang memiliki potensi gangguan tinggi dikerjakan lebih dahulu agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.

Keberhasilan Preservasi dalam Mempersiapkan Arus Mudik

Preservasi ruas Jalan Nasional Pemalang–Pekalongan menjadi contoh keberhasilan pemerintah dalam mempersiapkan infrastruktur yang siap digunakan oleh masyarakat. Dengan progres yang melebihi target, Kementerian PU menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan infrastruktur yang andal dan nyaman.


Pos terkait