Pemalang-Pekalongan Jalanan Diperbaiki Jelang Mudik

Aa1sb8vi
Aa1sb8vi

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sedang mempercepat pekerjaan preservasi di ruas Jalan Nasional Pemalang-Pekalongan. Tujuannya adalah untuk memastikan kondisi jalan dalam keadaan mantap, aman, dan nyaman digunakan masyarakat menjelang periode mudik Lebaran 2026.

Menurut Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, ruas jalan tersebut merupakan bagian penting dari koridor strategis Pantura Jawa dengan mobilitas kendaraan yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan penanganan khusus agar siap sebelum puncak arus mudik.

“Ruas Pemalang-Pekalongan ini harus dipastikan dalam kondisi mantap dan aman dilalui masyarakat sebelum Lebaran. Percepatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan infrastruktur yang andal, khususnya pada jalur dengan mobilitas tinggi seperti Pantura,” ujar Dody di Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu, 28 Februari 2026.

Pekerjaan preservasi mencakup beberapa segmen prioritas yang fokus pada perbaikan struktur perkerasan jalan untuk meningkatkan daya tahan serta kenyamanan berkendara. Beberapa titik strategis menjadi prioritas penyelesaian sebelum Lebaran agar tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DI Yogyakarta Moch Iqbal Tamher menyampaikan bahwa progres fisik pekerjaan hingga saat ini telah mencapai 78,89 persen, melampaui target sebesar 37,66 persen.

Metode penanganan dilakukan melalui dua tipe pekerjaan. Tipe pertama dilakukan tanpa pembongkaran perkerasan eksisting, dengan penambahan konstruksi baru berupa AC-BC tebal minimum 3 cm dan beton mutu fs’45 tebal 31 cm dengan waktu pengerasan 3-7 hari.

Sementara itu, tipe kedua dilakukan melalui pembongkaran perkerasan eksisting, dilanjutkan dengan pekerjaan agregat Kelas A tebal 20 cm, beton kurus tebal 10 cm, dan beton fs’45 tebal 31 cm dengan masa pengerasan 3-7 hari guna memperkuat struktur jalan secara menyeluruh.

Selain pekerjaan rekonstruksi, preservasi juga mencakup pemeliharaan rutin berupa perbaikan campuran aspal panas serta pengendalian vegetasi di sepanjang ruas untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Melalui preservasi ini, Kementerian PU memastikan konektivitas antar wilayah di Jawa Tengah tetap terjaga serta mendukung kelancaran arus mudik pada koridor strategis Pantura Jawa.

Strategi Preservasi yang Dilakukan

  • Tipe Pertama:

    Pekerjaan dilakukan tanpa pembongkaran perkerasan eksisting. Penambahan konstruksi baru berupa AC-BC tebal minimum 3 cm dan beton mutu fs’45 tebal 31 cm. Proses pengerasan memakan waktu 3-7 hari.

  • Tipe Kedua:

    Pekerjaan dilakukan dengan pembongkaran perkerasan eksisting. Setelah itu dilanjutkan dengan pekerjaan agregat Kelas A tebal 20 cm, beton kurus tebal 10 cm, dan beton fs’45 tebal 31 cm. Masa pengerasan juga memakan waktu 3-7 hari.

Pemeliharaan Rutin

Preservasi tidak hanya terbatas pada perbaikan struktur jalan, tetapi juga mencakup pemeliharaan rutin. Hal ini termasuk perbaikan campuran aspal panas dan pengendalian vegetasi di sepanjang ruas jalan. Langkah-langkah ini bertujuan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Manfaat Preservasi

Dengan adanya preservasi, Kementerian PU berkomitmen untuk menjaga konektivitas antar wilayah di Jawa Tengah. Selain itu, preservasi ini juga membantu mendukung kelancaran arus mudik pada koridor strategis Pantura Jawa.

Pos terkait