Kesiapan Bank dan BI dalam Menyambut Ramadan dan Lebaran 2026
Selama bulan suci Ramadan dan hari raya Lebaran, sejumlah bank di Indonesia mulai menyiapkan uang tunai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, terdapat perbedaan dalam jumlah alokasi uang tunai yang disiapkan oleh beberapa bank, dengan sebagian dari mereka mencatat kenaikan tipis atau bahkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Alokasi Uang Tunai oleh Berbagai Bank
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyiapkan dana tunai sebesar Rp 65,7 triliun untuk Ramadan dan Lebaran 2026. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu, yaitu Rp 70,22 triliun. Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menjelaskan bahwa momen ini menjadi momentum penting bagi perputaran uang di Indonesia, terutama karena meningkatnya kebutuhan masyarakat seperti belanja, keperluan sosial, dan mudik.
Sementara itu, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) menyiapkan dana tunai sebesar Rp 16 triliun untuk Ramadan dan Idul Fitri 2026. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun 2025 yang mencapai Rp 42,88 triliun. Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, mengatakan bahwa dana tersebut disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan transaksi selama Ramadan hingga puncak Lebaran.
Bank Mandiri juga menyiapkan uang tunai sebesar Rp 44 triliun, naik 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menjelaskan bahwa alokasi ini dilakukan sebagai bagian dari strategi akselerasi untuk menjaga momentum konsumsi domestik dan memperkuat perputaran ekonomi kerakyatan.
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menyiapkan uang tunai sebesar Rp 23,97 triliun untuk Ramadan dan Lebaran 2026. Jumlah ini meningkat 14,14% dibandingkan tahun lalu. Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menjelaskan bahwa penyediaan likuiditas ini telah disesuaikan dengan proyeksi peningkatan kebutuhan masyarakat selama periode tersebut.
Peran Bank Indonesia dalam Persiapan Uang Tunai
Bank Indonesia (BI) juga turut serta dalam persiapan uang layak edar (ULE) untuk Ramadan dan Lebaran 2026. BI menyiapkan uang tunai sebesar Rp 185,6 triliun, meskipun angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 177 triliun dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan perbankan, termasuk penarikan tunai melalui ATM dan kantor cabang perbankan.
Pengaruh Digitalisasi pada Transaksi Tunai
Pengamat perbankan, Moch Amin Nurdin, menyebutkan bahwa penurunan maupun kenaikan tipis kebutuhan uang tunai di sejumlah bank dipengaruhi oleh akselerasi digitalisasi sistem pembayaran. Penetrasi mobile banking dan penggunaan QRIS yang semakin luas membuat sebagian transaksi musiman saat Ramadan dan Lebaran beralih ke kanal digital.
Beberapa transaksi seperti transfer THR, pembayaran zakat, dan pembelian tiket mudik kini semakin banyak dilakukan melalui layanan digital. Selain itu, masyarakat dinilai lebih berhati-hati dalam berbelanja, sehingga konsumsi tidak seagresif pada tahun-tahun sebelumnya.
Meski demikian, kebutuhan uang tunai tetap meningkat dibandingkan bulan-bulan normal. Hal ini karena sejumlah transaksi masih dilakukan secara tunai, terutama di daerah yang akses digitalnya masih terbatas. Faktor budaya seperti pembagian THR secara fisik juga masih membuat kebutuhan uang tunai tetap ada, khususnya di luar wilayah perkotaan.
Pertumbuhan Transaksi Digital
Data BI menunjukkan pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital yang tinggi. Pada Januari 2026, volume transaksi pembayaran digital mencapai 4,79 miliar transaksi, tumbuh 39,65% (yoy). Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh 10,00% (yoy) dan 23,25% (yoy), termasuk transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 131,47% (yoy).
Sebagai gambaran, selama periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2025, BI mencatat transaksi digital melalui QRIS dengan rata-rata pertumbuhan volume transaksi per pengguna mencapai 111% (yoy), lebih tinggi dibandingkan periode RAFI 2024 sebesar 76%.
Strategi Bank dalam Menghadapi Libur Lebaran
Untuk mendukung layanan selama libur Lebaran, BNI mengoperasikan kantor cabang secara terbatas pada 20 Maret 2026 sebanyak 23 outlet dan pada 23 Maret 2026 sebanyak 32 outlet. Di sisi digital, BNI terus mendorong pemanfaatan aplikasi wondr by BNI yang hingga akhir Februari 2026 telah digunakan oleh 12,7 juta nasabah. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi seperti transfer dana, pembayaran tagihan, dan pemantauan pengeluaran tanpa harus datang ke kantor cabang.
Perusahaan-perusahaan perbankan juga menyiagakan tim internal serta bekerja sama dengan pihak ketiga untuk memastikan pengisian uang tunai berjalan lancar. Dengan strategi yang matang dan dukungan teknologi, bank dan BI siap memberikan layanan terbaik kepada masyarakat selama Ramadan dan Lebaran 2026.





