Pembantaian di Nabire, TNI-Polri Kuasai Markas KKB Aibon Kogoya

Aa1xp66m 2
Aa1xp66m 2

Baku Tembak di Wilayah Nabire, Papua Tengah

Pertempuran kembali terjadi di wilayah Nabire, Papua Tengah, setelah tim gabungan TNI dan Polri melakukan penyerangan terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Penyerangan ini dilakukan dalam upaya menangkap Aibon Kogoya, yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan mengaku sebagai Panglima Kodap III D Dulla.

Operasi tersebut dilaksanakan pada hari Minggu, 1 Maret 2026, sekitar pukul 22.40 WIT. Dalam operasi tersebut, tim gabungan TNI-Polri bekerja sama dengan Satgas Habema dan Rajawali. Awalnya, pihak aparat keamanan melakukan kontak tembak dengan KKB sebelum akhirnya berhasil menduduki markas mereka yang selama ini dikuasai.

Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani, menjelaskan bahwa operasi ini bertujuan untuk menangkap Aibon Kogoya yang telah menjadi target utama. “Dalam operasi tersebut terjadi kontak tembak antara aparat dan KKB yang kemudian melarikan diri meninggalkan markas yang selama ini mereka kuasai,” katanya dalam pernyataannya.

Selain itu, dari hasil penggeledahan, pihak aparat berhasil menyita sejumlah senjata dan amunisi. Total 561 butir amunisi senjata api untuk berbagai kaliber, termasuk 10 magazen senjata api jenis SS1 dan AK-101, turut disita. Selain itu, ditemukan juga 12 unit telepon genggam, lima unit handy talky (HT), serta uang tunai sebesar Rp79,9 juta.

Faizal menegaskan bahwa dua dari belasan telepon genggam yang disita merupakan milik korban tewas dari penyerangan KKB, yaitu anggota Brimob Batalion C dan petugas keamanan PT Kristalin di Nabire. Ia menekankan bahwa aksi penguasaan markas KKB ini merupakan bentuk upaya pemulihan keamanan masyarakat serta wujud kehadiran negara.

“Kami akan terus melakukan pengejaran dan penegakan hukum terhadap para pelaku kelompok kriminal bersenjata hingga mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” ucapnya.

Saat ini, aparat keamanan masih melakukan pengamanan dan penyisiran di sekitar markas KKB tersebut untuk memastikan situasi sudah aman. Selain itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum resmi.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan jangan terpengaruh informasi yang belum resmi. Aparat keamanan akan bertindak tegas terhadap siapapun yang berupaya membuat kekacauan dan mengganggu stabilitas keamanan,” pungkasnya.

Pos terkait