Proyek Strategis Nasional: Tol Kepanjen–Tulungagung
Pemerintah pusat sedang mempersiapkan pembangunan Tol Kepanjen–Tulungagung yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Ruas tol ini diproyeksikan menjadi penghubung penting antara wilayah Malang dan Tulungagung, serta akan memperkuat konektivitas kawasan selatan Jawa Timur. Proyek yang juga dikenal sebagai Tol Agungblijen ini dirancang untuk membentang dari Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, melintasi wilayah Kabupaten Blitar, hingga berakhir di Kabupaten Tulungagung.
Memperkuat Konektivitas dan Ekonomi Regional
Sebelum adanya jalan tol, jalur selatan Jawa Timur masih bergantung pada jalan nasional non-tol. Hal ini sering menyebabkan kemacetan dan waktu tempuh yang relatif panjang, terutama saat jam sibuk atau musim liburan. Dengan kehadiran jalan tol, diharapkan dapat memangkas waktu perjalanan sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi barang dan jasa.
Koridor Kepanjen–Blitar–Tulungagung dinilai memiliki potensi besar, baik dari sektor industri, pertanian, hingga pariwisata. Dengan konektivitas yang lebih baik, akses menuju sentra produksi dan destinasi wisata di wilayah selatan Jawa Timur diperkirakan semakin terbuka. Hal ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
Dampak terhadap 43 Desa di Tujuh Kecamatan
Di Kabupaten Tulungagung, proyek ini diproyeksikan memberi dampak cukup luas. Berdasarkan rencana awal, sedikitnya 43 desa akan dilintasi trase tol yang mencakup tujuh kecamatan. Tujuh kecamatan tersebut meliputi Rejotangan, Ngunut, Sumbergempol, Kedungwaru, Tulungagung (Kota), Boyolangu, dan Gondang.
Ribuan warga di wilayah tersebut nantinya akan berada di jalur strategis baru yang diperkirakan menjadi salah satu urat nadi transportasi regional. Pemerintah daerah bersama instansi terkait saat ini mulai melakukan tahapan awal, seperti sosialisasi kepada masyarakat, pendataan lahan terdampak, hingga penyesuaian rencana tata ruang.
Masih Tahap Penyiapan
Hingga kini, pembangunan Tol Kepanjen–Tulungagung masih berada dalam tahap penyiapan. Penentuan trase final, pemetaan detail desa terdampak, serta kajian teknis dan lingkungan masih terus dilakukan. Keputusan akhir terkait jalur definitif akan mempertimbangkan aspek teknis, sosial, dan lingkungan agar pembangunan berjalan efektif sekaligus meminimalkan dampak terhadap masyarakat.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, tol ini diharapkan menjadi tulang punggung baru konektivitas selatan Jawa Timur serta membuka peluang investasi yang lebih luas di kawasan tersebut.
Daftar Desa dan Kecamatan yang Direncanakan Akan Dilewati
Berikut adalah daftar desa dan kecamatan yang direncanakan akan dilewahi oleh Tol Kepanjen–Tulungagung:
- Kecamatan Tulungagung (Kota)
- Kelurahan Kedungsoko
-
Kelurahan Kutoanyar
-
Kecamatan Sumbergempol
- Desa Sambijajar
- Desa Tambakrejo
- Desa Doroampel
- Desa Wonorejo
-
Desa Podorejo
-
Kecamatan Rejotangan
- Desa Rejotangan
- Desa Sumberagung
- Desa Banjarejo
- Desa Karangsari
- Desa Pakisrejo
- Desa Panjerejo
- Desa Blimbing
- Desa Jatidowo
- Desa Tanen
- Desa Tegalrejo
- Desa Tenggur
-
Desa Tugu
-
Kecamatan Kedungwaru
- Desa Plosokandang
-
Desa Ringinpitu
-
Kecamatan Ngunut
- Desa Sumberingin Kulon
- Desa Kacangan
- Desa Karanganom
- Desa Pandansari
- Desa Purworejo
- Desa Samir
- Desa Sumberejo Kulon
-
Desa Sumberingin Kidul
-
Kecamatan Gondang
- Desa Dukuh
- Desa Rejosari
- Desa Sepatan
- Desa Tawing
- Desa Bendo
- Desa Kendal
-
Desa Notorejo
-
Kecamatan Boyolangu
- Desa Boyolangu
- Desa Karangrejo
- Desa Tanjungsari
- Desa Wajak Kidul
- Desa Wajak Lor
- Desa Waung
- Desa Bono





