Harga Isuzu Panther Bekas Mulai Membuat Kaget
Beberapa pengamat pasar mobil bekas mulai memperhatikan kenaikan harga yang terjadi pada kendaraan Isuzu Panther. Dalam beberapa waktu terakhir, harga pasaran Panther terlihat mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini menimbulkan kecurigaan di kalangan pemilik showroom bahwa ada faktor tertentu yang memengaruhi kenaikan harga tersebut.
Menurut Andi dari Showroom Jordy Mobil di MGK Kemayoran, Jakarta Pusat, harga yang ditawarkan saat ini terlalu tinggi untuk ukuran mobil bekas. Ia menduga bahwa unit-unit Panther yang dijual mungkin sedang “digoreng” atau dimainkan oleh pihak tertentu.
“Kalau kondisi biasa sih mahal. Mungkin kalau saya bilang lagi digoreng. Tapi untuk saya, saya rasa kalau saya pribadi lebih milih Innova Diesel kalau harganya sama,” ujarnya.

Keterbatasan Stok dan Perbedaan Varian
Andi menjelaskan bahwa saat ini unit Panther terbilang cukup langka, terutama di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Ia menyebutkan bahwa varian LS Touring sangat jarang ditemukan, sementara varian LV dan LM masih tersedia dalam jumlah yang lebih banyak karena berasal dari perusahaan.
“Dia emang barangnya sih sudah jarang, jarang banget. Apalagi yang LS Touring, jarang banget. Mungkin kalau yang LV dan LM masih banyak karena bekas perusahaan. Tapi sudah ancuran-ancuran,” katanya.
Pantauan di sejumlah situs jual beli kendaraan bekas menunjukkan bahwa Panther keluaran tahun muda masih dipasarkan dengan harga relatif tinggi. Contohnya, Isuzu Panther Grand Touring 2017 ditawarkan di kisaran Rp 230 jutaan, bahkan unit 2019 tembus Rp 249 jutaan. Sementara itu, varian LS tahun 2005 masih berada di kisaran Rp 115 jutaan.
Adapun model yang lebih lawas, seperti tahun 1997, ditawarkan mulai Rp 62 jutaan.
Perbandingan dengan Toyota Kijang Innova Diesel
Menurut Andi, secara posisi pasar, Panther seharusnya masih berada di bawah Toyota Kijang Innova Diesel. Ia menyatakan bahwa dirinya kurang memahami harga Panther, namun menurutnya, harga Panther seharusnya lebih rendah dibandingkan Innova Diesel.
“Saya sebetulnya kurang paham harga Panther. Tapi harusnya (harganya) dia di bawah Innova Diesel. Dia tetap kalah,” ujarnya.
Dari sisi persepsi pasar dan kualitas, Panther belum berada di level yang sama dengan Innova Diesel. Menurut Andi, meskipun Panther memiliki mesin diesel, kualitasnya tidak sepenuhnya bagus-bagus.
“Mau (orang) dibilang ini (diesel), Panther, enggak bagus-bagus juga sih. Kalau saya bilang, pasti di bawah Innova Diesel,” ucap Andi.
Perbandingan Harga Pasar
Andi memberikan gambaran perbandingan harga di pasar mobil bekas. Ia menyebutkan bahwa kemarin ia sempat ditawarkan Innova Diesel tahun 2010 dengan harga Rp 165 juta. Menurutnya, Panther tahun serupa seharusnya dijual dengan harga lebih rendah.
“Kemarin saya sempat ditawarin Innova Diesel tahun 2010 saja itu Rp 165 juta. Ini perkiraan ya berarti kalau Panther-nya 2010 ambilnya harusnya sih di bawah Rp 130 juta. Kecuali itu mobil benar-benar antik banget,” katanya.
Sebagai gambaran, Innova Diesel tahun 2010 di pasaran saat ini memang masih berada di kisaran Rp 160 jutaan. Dengan acuan tersebut, Panther tahun serupa semestinya dipasarkan dengan harga lebih rendah. Namun, saat ini harga Panther terlihat naik dan menimbulkan pertanyaan di kalangan penggemar mobil bekas.





