
Pada hari Senin (2/3), dua pekerja pembersih gedung terjebak di dalam gondola saat terjadi hujan deras dan angin kencang di Hotel Ascott Waterplace yang berlokasi di Jalan Pakuwon Indah Lontar Timur, Surabaya. Akibat kejadian tersebut, satu dari dua pekerja tersebut tewas setelah terpental dari gondola.
Menurut Kabid Pemadam Kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M. Rokhim, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.22 WIB. Saat itu, dua unit gondola sedang digunakan oleh dua pekerja masing-masing untuk membersihkan bagian luar hotel.
“Untuk gondola pertama berhasil turun hingga lantai dasar,” kata Rokhim saat dikonfirmasi.
Namun, gondola kedua mengalami kendala saat berada di lantai 26. Gondola tidak bisa turun karena kondisi cuaca yang buruk, yaitu hujan lebat disertai angin kencang. Hal ini menyebabkan gondola terguncang dan sulit dikendalikan.
“Sudah terpontang-panting akibat angin yang kencang disertai hujan lebat,” ujar Rokhim.
Setelah menerima laporan tentang kejadian tersebut, petugas pemadam kebakaran Surabaya langsung melakukan evakuasi terhadap korban. Proses evakuasi berlangsung cukup lama hingga sekitar pukul 17.25 WIB.
“Korban meninggal dunia yang tergantung di gondola kedua diduga terpental keluar dari gondola. Dan satu orang korban lainnya berhasil selamat dan saat ini dirujuk ke RS William Booth,” jelas Rokhim.
Proses Evakuasi yang Memakan Waktu
Evakuasi korban membutuhkan waktu yang cukup lama karena kondisi cuaca yang tidak menentu. Petugas pemadam kebakaran harus bekerja dengan ekstra hati-hati agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, posisi gondola yang tinggi juga membuat proses evakuasi lebih rumit.
- Petugas memerlukan alat khusus untuk mencapai gondola yang berada di lantai 26.
- Kondisi cuaca yang buruk membuat penggunaan alat bantu seperti crane menjadi kurang efektif.
- Keamanan korban menjadi prioritas utama dalam proses evakuasi.
Kesimpulan
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi para pekerja yang bekerja di ketinggian. Cuaca yang tidak dapat diprediksi bisa membahayakan keselamatan mereka. Diperlukan langkah-langkah pencegahan yang lebih ketat, seperti pengawasan cuaca secara real-time dan pelatihan darurat yang lebih intensif.
Selain itu, perlu adanya peningkatan kesadaran akan pentingnya alat keselamatan yang digunakan saat bekerja di ketinggian. Hal ini penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.





