Proses Pembongkaran Pasar dan Plaza Bogor Terus Berlangsung
Pembongkaran terhadap Pasar dan Plaza Bogor terus berjalan hingga saat ini. Dalam proses tersebut, dua lantai di Pasar Bogor telah berhasil dibongkar menggunakan alat berat. Proses ini menunjukkan bahwa pemerintah kota sedang menjalankan rencana besar untuk mengubah wajah area tersebut.
Seorang pengamat kebijakan publik, Yusfitriadi, menyatakan bahwa pembongkaran ini merupakan program unggulan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Ia menilai bahwa banyak warga setempat mendukung kebijakan ini karena mereka merasa puas dengan langkah yang diambil oleh pemerintah.
“Masyarakat merasa puas dan mendukung terkait kebijakan ini (pembongkaran). Mereka nantinya bisa merasakan langsung dampak pembongkaran ini,” ujar Yusfitriadi dalam pernyataannya.
Pembongkaran Pasar dan Plaza Bogor sebenarnya sudah direncanakan beberapa tahun lalu, bahkan sejak masa kepemimpinan Wali Kota Bogor Bima Arya. Namun, ada beberapa masalah hukum yang memperlambat pelaksanaannya. Kini, pada tahun 2026, pembongkaran dapat dilakukan.
Konsep pasar tradisional yang selama ini ada akan berubah pasca pembongkaran dan pembangunan selesai. Menurut Yusfitriadi, konsep baru yang diterapkan akan membuat Pasar dan Plaza Bogor menjadi tempat parkir dan pusat pertemuan (convention hall).
Ia memberikan catatan penting agar pembongkaran Pasar Bogor ini berjalan sesuai rencana. Pemkot harus terus mengejar target agar pembongkaran dan pembangunan dapat selesai tepat waktu. Target pembongkaran sendiri ditetapkan selama enam bulan sejak Februari lalu.
Setelah pembongkaran selesai, Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) akan kembali melakukan proses beauty contest untuk menentukan investor yang akan membangun Pasar dan Plaza Bogor.
Alat Berat Mulai Bekerja
Alat-alat berat terlihat sudah berada di lokasi bangunan. Dua lantai di Pasar Bogor telah hancur akibat pembongkaran. Bagian belakang Pasar Bogor juga sudah rata dengan tanah.
Namun, para pedagang kaki lima (PKL) masih nekad berjualan. Mereka tidak takut terkena puing-puing dari proses pembongkaran.
“Mau gimana lagi. Ya kalau saya masih tetap berjualan,” kata salah seorang PKL saat berbincang dengan sumber informasi, Kamis (26/2/2026).
Ia memilih untuk tetap berjualan setidaknya sampai lebaran nanti. Setelah lebaran, baru ia memikirkan tempat barunya untuk berjualan.
“Baru kalau setelah lebaran saya mikirnya. Sekarang mah mumpung belum lebaran saya tetap jualan aja,” tambahnya.
Tantangan dan Harapan
Meski proses pembongkaran berjalan cepat, masih ada tantangan yang dihadapi. Salah satunya adalah keberadaan para PKL yang masih bertahan di lokasi tersebut. Mereka memilih untuk tetap berjualan meskipun risiko terkena puing-puing cukup tinggi.
Selain itu, pihak Pemkot Bogor juga harus memastikan bahwa semua tahapan pembongkaran dan pembangunan berjalan sesuai rencana. Hal ini termasuk mempercepat proses pemilihan investor melalui beauty contest.
Dengan adanya pembongkaran ini, diharapkan Pasar dan Plaza Bogor akan menjadi lebih modern dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat serta meningkatkan kualitas layanan.





