Perjalanan Menuju Kaltara Sharia Festival 2026 Dimulai
Tarakan – Jalannya perjalanan menuju Kaltara Sharia Festival (Khasafa) 2026 dalam rangka Ramadan 1447 H secara resmi dimulai. Wali Kota Tarakan, Khairul hadir dalam acara pembukaan yang digelar di Food Court Gita Jalatama Tarakan, Kalimantan Utara, pada hari Minggu (1/3/2026).
Acara bertajuk Road to Khasafa 2026 ini merupakan inisiatif dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Utara (KPwBI Kaltara) bekerja sama dengan Baznas Tarakan. Tujuan utamanya adalah untuk menggerakkan ekonomi syariah sekaligus mendorong pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.
Pada momen pembuka ini juga dilakukan pengenalan sistem pembayaran digital QRIS kepada para pelaku usaha dan pengunjung.
Sebanyak 36 UMKM lokal mulai berdagang hari ini, dengan difasilitasi 25 tenda yang disiapkan oleh panitia. Ketua Panitia sekaligus Pelaksana Harian Baznas Tarakan, H Syamsi Sarman menjelaskan bahwa konsep yang diusung dalam kegiatan ini berbeda dari festival biasanya.
“Konsep yang ditawarkan BI bersama Baznas, dalam 25 tenda itu tidak boleh ada menu yang sama. Bahkan sampai ke busana muslim dan perabot rumah tangga, hanya satu booth saja. Tujuannya supaya setiap pelaku usaha punya kesempatan keuntungan yang maksimal,” jelas Syamsi.
Ia menambahkan, masih ada puluhan UMKM lokal yang masuk daftar tunggu (waiting list). Namun karena keterbatasan areal, panitia belum bisa mengakomodasi semuanya.
“Kami tidak ingin menumpuk. Konsepnya tetap mengutamakan kenyamanan pelanggan. Akses jalan tetap bisa dilalui tanpa harus berdesakan. Ada juga areal taman bermain, dan setelah tenda dibongkar, lokasi ini kembali jadi lapangan kosong tempat anak-anak bermain,” katanya.
Syamsi menegaskan bahwa KPwBI Kaltara telah memfasilitasi gratis seluruh tenda. UMKM lokal tidak dipungut biaya sewa tenda seperti festival lain pada umumnya.
“BI menggratiskan tenda, UMKM tidak bayar ke Bank Indonesia. Kalau ada infaq Rp200 ribu per meja, itu ke Baznas. Konsepnya melatih berinfaq. Nilai itu tidak sebanding dengan festival lain yang bisa sampai Rp2,5 juta per tenda,” tegasnya.
Menurutnya, skema tersebut sekaligus menjadi edukasi bagi pelaku usaha untuk membiasakan berbagi melalui lembaga resmi seperti Baznas.
Lomba dan Berbagi Takjil
Tidak hanya bazar UMKM, rangkaian Road to Khasafa 2026 juga dimeriahkan berbagai lomba dan pertunjukan. Acara dimulai dengan lomba Pildacil (Pemilihan Dai Cilik), kemudian festival bedug yang dilaksanakan di lokasi acara dengan sistem peserta tampil bergantian dan dinilai oleh panitia.
“Ada juga festival lagu jalanan, semacam lagu pengamen. Ini untuk memeriahkan suasana dan memberi ruang kreativitas,” tambah Syamsi.
Panitia berkomitmen menjaga agar areal festival selalu ramai hingga rangkaian kegiatan selesai. Pada hari pembukaan, kegiatan berbagi takjil juga digelar.
Sebanyak 350 paket takjil dibagikan kepada masyarakat, yang pada hari itu dibooking oleh ibu-ibu BKMT.
“Kami ingin Khasafa ini bukan hanya soal transaksi, tapi juga syiar, berbagi dan memperkuat ekonomi syariah di Tarakan,” pungkasnya.





