Pembunuhan di Jalan Memicu Kekhawatiran Warga, Walikota: Tidak Boleh Dibiarkan

Bdb8a1c0 15c1 11ef 9dec 0b62d9933342
Bdb8a1c0 15c1 11ef 9dec 0b62d9933342

Aksi Tembak-Tembak dengan Senjata Mainan Mengganggu Ketenangan Warga Makassar

Selama bulan Ramadan, aksi tembak-tembakan menggunakan senjata mainan jenis “mega” yang memanfaatkan peluru plastik dan jeli semakin marak di Kota Makassar. Permainan ini tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga.

Permainan tersebut sering kali dilakukan di tengah jalan raya, bahkan sambil berkendara sepeda motor. Hal ini sangat berisiko karena dapat membahayakan diri sendiri maupun pengendara lain. Banyak pengendara yang terpaksa berhenti atau bahkan memutar balik kendaraannya untuk menghindari aksi tersebut.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan bahwa tindakan tersebut tidak boleh dianggap sepele. Ia menegaskan bahwa permainan tembak-tembakan harus ditangani secara serius oleh seluruh pihak terkait. Menurutnya, penggunaan senjata mainan sudah mulai mengarah pada tindakan yang berlebihan.

Tindakan Bersama dari Berbagai Pihak

Munafri menekankan pentingnya kolaborasi antara pihak kepolisian, pemerintah kecamatan, hingga lingkungan RT/RW dalam mengatasi masalah ini. Ia menilai bahwa pengawasan yang lebih intensif diperlukan agar aksi-aksi yang berpotensi membahayakan masyarakat bisa diminimalisir.

“Penanganan dan pengawasan bersama, mulai dari Pihak Kepolisian, pemerintah kecamatan hingga lingkungan keluarga RT/RW bertindak,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa jika dibiarkan, aksi ini dapat memicu konflik dan keresahan di tengah masyarakat.

Meskipun hanya bersifat permainan, aksi tembak-tembakan dengan peluru plastik maupun jeli memiliki potensi melukai orang lain serta mengganggu ketertiban umum. Oleh karena itu, Munafri menegaskan bahwa langkah tegas perlu diambil oleh pihak berwenang.

Peran Keluarga dalam Mencegah Permainan Berisiko

Selain tindakan dari pihak berwenang, Munafri juga menyoroti peran penting keluarga dalam mencegah anak-anak terlibat dalam permainan yang berisiko. Ia meminta orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama pada malam hari setelah salat tarawih.

“Peran keluarga sangat penting dalam mencegah anak-anak terlibat dalam permainan yang berisiko tersebut,” imbuhnya. Ia berharap, dengan adanya pengawasan yang lebih ketat dari pihak keluarga, tingkat kejadian aksi tembak-tembakan dapat berkurang.

Komitmen Pemerintah Kota Makassar

Pemerintah Kota Makassar telah berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadan. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk tanpa gangguan dari aksi-aksi yang berpotensi membahayakan.

Munafri telah berkoordinasi dengan Kapolrestabes Makassar untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Ia berharap kolaborasi antara aparat keamanan dan jajaran Pemerintah Kota Makassar hingga tingkat RT dan RW di wilayah masing-masing dapat diperkuat guna melakukan pengawasan lebih intensif selama Ramadan.

Kesimpulan

Aksi tembak-tembakan dengan senjata mainan jenis “mega” yang marak selama Ramadan menjadi isu serius yang perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak. Dengan tindakan bersama dan peningkatan pengawasan, diharapkan keadaan dapat kembali kondusif dan aman bagi seluruh warga Makassar.

Pos terkait