Pemeriksaan Rahasia Dinkes, Tidak Temukan Makanan Berbahaya di Pasar Takjil Malang

Whatsapp Image 2022 04 15 At 16.03.16 1 E1649986434428 3
Whatsapp Image 2022 04 15 At 16.03.16 1 E1649986434428 3

Pemeriksaan Kesehatan di Pasar Takjil Selama Bulan Puasa

Selama bulan puasa, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang tidak hanya berdiam diri. Mereka melakukan inspeksi mendadak (sidak) khususnya di pasar takjil untuk memastikan bahwa makanan dan minuman yang dijual aman dan tidak mengandung bahan berbahaya.

Banyak kecamatan di Kabupaten Malang menggelar pasar takjil selama Ramadan. Namun, beberapa dari makanan atau minuman yang dijual terbukti mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, dan rhodamin B (pewarna makanan). Hal ini menjadi perhatian serius bagi pihak dinas kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo menjelaskan bahwa selama bulan puasa, pihaknya tetap menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan pengecekan terhadap makanan dan minuman yang dijual. Tim tersebut melakukan pengujian terhadap beberapa sampel makanan untuk memastikan apakah mengandung bahan berbahaya atau tidak.

Namun, pengecekan dilakukan secara diam-diam, bukan dengan cara yang ramai-ramai. Tujuannya adalah untuk menghindari keramaian yang bisa mengganggu pembeli. “Supaya tidak mengganggu pembeli karena bisa mengurangi kenikmatan untuk berburu takjil,” tegasnya.

Sayangnya, Wiyanto tidak menyebutkan secara spesifik pasar takjil mana yang telah dilakukan pengecekan. Hingga saat ini, belum ditemukan adanya bahan berbahaya dari sampel makanan atau minuman yang diuji. Meski begitu, jika ada, bahan berbahaya yang sering ditemukan pada makanan dan minuman adalah pewarna makanan seperti rhodamin B.

Wiyanto menjelaskan bahwa ciri-ciri makanan atau minuman yang mengandung rhodamin B dapat dilihat dari warnanya. “Pokoknya makanan atau minuman yang warnanya terlalu mencolok. Biasanya ciri-ciri seperti ini yang sudah jelas mengandung pewarna makanan,” ujarnya.

Tips Mengenali Makanan Berbahaya

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membeli makanan di pasar takjil:

  • Warna yang terlalu mencolok

    Makanan atau minuman yang memiliki warna yang terlalu cerah atau tidak alami bisa jadi mengandung bahan berbahaya seperti rhodamin B.

  • Rasa yang tidak alami

    Jika rasa makanan terasa terlalu manis, asam, atau pahit tanpa alasan yang jelas, kemungkinan besar makanan tersebut mengandung bahan tambahan yang tidak sehat.

  • Tekstur yang tidak normal

    Makanan yang terlalu kenyal atau keras bisa jadi hasil dari bahan kimia seperti boraks.

  • Bau yang tidak biasa

    Bau yang terlalu kuat atau tidak wajar bisa menjadi indikasi adanya bahan kimia berbahaya dalam makanan.

Peran Masyarakat dalam Menjaga Kesehatan

Meskipun pihak dinas kesehatan melakukan pemeriksaan, masyarakat juga perlu waspada saat memilih makanan. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Pilih penjual yang terpercaya

    Membeli makanan dari penjual yang sudah dikenal dan memiliki reputasi baik bisa mengurangi risiko mengonsumsi makanan berbahaya.

  • Periksa label dan kemasan

    Pastikan kemasan makanan dalam kondisi utuh dan tidak rusak. Label informasi produk juga penting untuk mengetahui bahan-bahan yang digunakan.

  • Hindari makanan yang terlalu murah

    Makanan yang terlalu murah bisa jadi tanda bahwa bahan yang digunakan tidak berkualitas atau mengandung bahan berbahaya.

  • Laporkan ke pihak berwajib

    Jika menemukan makanan atau minuman yang mencurigakan, segera laporkan ke Dinas Kesehatan setempat agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dengan kesadaran masyarakat dan upaya pemerintah daerah, diharapkan keamanan makanan di pasar takjil selama bulan puasa tetap terjaga.

Pos terkait