Pemerintah Instruksikan Pengibaran Bendera Setengah Tiang 3 Hari untuk Menghormati Mantan Wapres Try Sutrisno

1 17
1 17

Penghormatan untuk Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno

Pemerintah Republik Indonesia mengambil langkah penting dalam memberikan penghormatan terhadap salah satu tokoh penting bangsa, yaitu Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno. Langkah tersebut berupa instruksi untuk mengibarkan Bendera Merah Putih setengah tiang selama tiga hari berturut-turut, mulai tanggal 2 Maret hingga 4 Maret 2026. Instruksi ini dikeluarkan sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangan almarhum.

Instruksi tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi melalui Surat Nomor: B-02/M/S/TU.00.00/03/2026 yang ditujukan kepada para Pimpinan Lembaga Negara. Dalam surat tersebut, Prasetyo meminta agar Bendera Negara dikibarkan setengah tiang di seluruh wilayah Indonesia, baik di kota maupun pelosok daerah.

“Dimohon untuk mengibarkan Bendera Negara setengah tiang di seluruh pelosok tanah air selama tiga hari berturut-turut terhitung mulai tanggal 2 s.d. 4 Maret 2026,” ujar Prasetyo dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/3).

Selain itu, pemerintah juga menetapkan tanggal 2 sampai dengan 4 Maret 2026 sebagai Hari Berkabung Nasional. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap almarhum Wakil Presiden ke-6 RI.

“Pada kurun waktu tersebut juga dinyatakan sebagai Hari Berkabung Nasional,” tambah Prasetyo.

Try Sutrisno wafat dalam usia 90 tahun pada pukul 06.58 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (2/3). Ia merupakan sosok penting dalam sejarah politik Indonesia, yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden sejak tahun 1983 hingga 1988. Selama masa jabatannya, ia dikenal sebagai tokoh yang memiliki kontribusi signifikan dalam berbagai bidang, termasuk pertahanan dan keamanan negara.

Peran dan Kontribusi Try Sutrisno

Try Sutrisno lahir pada tanggal 25 Mei 1936 di Yogyakarta. Sebelum menjabat sebagai Wakil Presiden, ia telah menjalani karier militer yang panjang. Ia lulus dari Akademi Militer dan kemudian menjabat berbagai posisi strategis dalam Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, ia menjadi salah satu tokoh yang dekat dengan presiden dan sering dijadikan sebagai penasihat dalam berbagai isu politik dan keamanan.

Sebagai Wakil Presiden, Try Sutrisno terlibat dalam berbagai kebijakan pemerintahan, termasuk dalam upaya menjaga stabilitas nasional dan memperkuat sistem pemerintahan. Ia juga dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan tidak banyak bersuara di media massa, tetapi sangat aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya.

Penyelenggaraan Upacara dan Kegiatan Kenangan

Dalam rangka penghormatan terhadap almarhum, pemerintah akan menyelenggarakan berbagai kegiatan kenangan. Salah satunya adalah upacara penghormatan yang akan dihadiri oleh pejabat tinggi negara, keluarga besar, serta tokoh masyarakat. Upacara ini akan dilaksanakan sesuai dengan protokol kepresidenan dan akan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat.

Selain itu, beberapa lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat juga akan menggelar kegiatan untuk mengenang jasa-jasa almarhum. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk belajar dari perjalanan hidup dan kontribusi Try Sutrisno dalam sejarah Indonesia.

Harapan untuk Masa Depan

Kepastian bahwa almarhum akan diberi penghormatan yang layak mencerminkan rasa hormat dan apresiasi yang tinggi dari bangsa Indonesia. Semangat perjuangan dan dedikasi yang telah diberikan oleh Try Sutrisno akan menjadi contoh teladan bagi generasi mendatang. Dengan demikian, nilai-nilai kebangsaan dan persatuan akan tetap terjaga, meskipun di tengah perubahan zaman dan tantangan yang semakin kompleks.

Pos terkait