Penegasan Pemerintah Terkait Impor Pakaian Bekas dari Amerika Serikat
Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa tidak ada pakaian bekas yang masuk ke dalam negeri dari Amerika Serikat (AS). Penegasan ini muncul sebagai respons atas adanya penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Pan Brothers Tbk dan Ravel Holding Inc terkait impor pakaian bekas. Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menjelaskan bahwa yang diatur dalam MoU tersebut adalah impor shredded worn clothing (SWC), yaitu pakaian yang telah dihancurkan menjadi bahan baku industri dan tidak memiliki nilai ekonomi seperti pakaian bekas utuh yang dijual kembali ke pasar.
“SWC diimpor untuk kebutuhan bahan baku industri kain perca dan produk tekstil (benang) daur ulang. Ini berbeda secara substansi dan regulasi pelarangan impor pakaian bekas siap pakai,” kata Haryo dalam keterangan resminya, Minggu (22/2/2026).
Tujuan Impor SWC dari AS
Impor SWC dilakukan dengan alasan tertentu karena memang dibutuhkan oleh industri tekstil nasional. Dengan menggunakan SWC sebagai bahan baku, industri tekstil dapat memproduksi kain perca dan benang daur ulang yang berguna dalam rantai pasok tekstil. Hal ini memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan, serta membantu mengurangi limbah tekstil.
Industri Dalam Negeri Siap Menampung Seluruh Impor SWC

Haryo menegaskan bahwa sudah ada industri dalam negeri yang siap menampung seluruh impor SWC dari AS. Dengan demikian, tidak ada produk yang masuk ke pasar sebagai pakaian bekas. “Pemerintah telah memastikan bahwa sudah ada industri dalam negeri yang akan menampung seluruh impor SWC tersebut sebagai bahan baku produksi, sehingga tidak ada produk yang masuk ke pasar sebagai pakaian bekas,” ujar Haryo.
Prabowo Hadiri Penandatanganan 11 MoU Pengusaha RI dengan AS

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo, atau lebih dikenal dengan nama Prabowo Subianto, hadir dalam penandatanganan 11 nota kesepahaman bernilai 38,4 miliar dolar AS atau setara Rp650,4 triliun antara pengusaha Indonesia dan AS. Agenda ini digelar dalam sesi roundtable Business Summit oleh US-ASEAN Business Council (US-ABC) di Gedung U.S. Chamber of Commerce, Washington DC, Rabu (18/02/2026).
“Merupakan kehormatan besar bagi saya diundang ke sini, di tengah-tengah Anda sekalian, para pemimpin bisnis baik dari Amerika Serikat maupun dari Indonesia,” kata Prabowo.
Berikut rincian 11 nota kesepahaman yang diteken dalam kesempatan tersebut:
- Memorandum of Agreement tentang Critical Mineral, ditandatangani oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani dan President & CEO Freeport-McMoRan Kathleen Quirk dan President Director PT Freeport Indonesia Tony Wenas.
- MoU Oilfield Recovery antara Pertamina dan Haliburton, ditandatangani oleh CEO Pertamina Simon Mantiri dan President Director Haliburton Ankush Balla.
- MoU di bidang Agrikultur (Jagung) antara PT. Cargill Indonesia, PT Arena Agro Andalan dan Cargill Inc, ditandatangani oleh Managing Director Amcham mewakili Fanny Hosea PT Sorini Agro Asia Corporindo (Cargill Indonesia) Donna Priadi dan Director International Government Relations (China & APAC) at Cargill Elizabeth Struse.
- MoU tentang Cotton antara Busana Apparel Group dan U.S. National Cotton Council, ditandatangani oleh Chief Marketing Officer Busana Apparell Manish Virmani serta Senior Government Relations Director for National Cotton Council Jeff Kuckkuck.
- MoU tentang Cotton antara Daehan Global dan U.S. National Cotton Council, ditandatangani oleh CEO of Daehan Global Boo Hyung Lee dan Senior Government Relations Director for National Cotton Council Jeff Kuckkuck.
- MoU tentang Shredded Worn Clothing antara Asosiasi Garment dan Textile Indonesia, PT Pan Brothers dan Ravel, ditandatangani oleh CEO PT PAN Brothers Ludijanto Setijo dan CEO Ravel Zahlen Titcomb.
- MoU tentang Furnitur antara ASMINDO (Indonesian Furniture Industry & Handicraft Association) dan Bingaman and Son Lumber, Inc, ditandatangani oleh CEO Vivere Group (ASMINDO) Dedy Rochimat dan Director of Exports Jeremy Roupp.
- MoU tentang Semikonduktor antara Galang Bumi Industri dan Essence, ditandatangani oleh President Director Ahmad Maaruf Maulana dan President Director Chester Coleman.
- MoU tentang Semikonduktor antara Galang Bumi Industri (GBI) dan Tynergy Technology Group, ditandatangani oleh Director GBI Kadafi Yahya Muhamad dan President Direkturr Yan Purba.
- Transnational Free Trade Zone Friendship antara Galang Bumi Industri dan Solanna Group LLC, ditandatangani oleh Director Tjaw Hioeng dan Presiden Solana Gorup David Fordon.
- MoU tentang Furnitur/Wood Product antara Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan (HIMKI) dan American Hardwood Export Council, ditandatangani oleh Head of Promotion and Marketing for Americas Rudy Hartono dan American Hardwood Export Council Michael Snow.





