Pemerintah Pastikan Impor Pertanian AS Tidak Gunakan APBN

Aa1ik2dc 1
Aa1ik2dc 1

Pemerintah Berkomitmen Memfasilitasi Impor Produk Pertanian Senilai US$ 4,5 Miliar

Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi impor produk pertanian senilai US$ 4,5 miliar dalam kerangka Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi menjaga hubungan dagang yang seimbang dengan AS, yang merupakan mitra strategis utama Indonesia.

Menurut Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Haryo Limanseto, pemerintah hanya berperan sebagai regulator dan penjaga standar mutu. Seluruh keputusan transaksi dan pembiayaan sepenuhnya di tangan sektor swasta dalam skema business-to-business (B2B). Hal ini bertujuan untuk menjaga daya saing produk nasional dan melindungi akses pasar Amerika Serikat.

Ekspor Indonesia ke Amerika Serikat pada Tahun 2025

Pada tahun 2025, ekspor Indonesia ke Amerika Serikat tercatat mencapai US$ 31,0 miliar atau sekitar 11% dari total ekspor nasional sebesar US$ 282,9 miliar. Dengan angka ini, AS menjadi tujuan ekspor terbesar kedua bagi Indonesia.

Haryo menyatakan bahwa menjaga akses pasar Amerika Serikat melalui pendekatan perdagangan yang seimbang adalah langkah rasional untuk melindungi daya saing produk nasional. Ini juga membantu memastikan ketersediaan bahan baku industri yang stabil dan berkualitas.

Ketersediaan Bahan Baku Industri

Pemerintah menekankan bahwa kerja sama ini sangat penting bagi industri dalam negeri. Indonesia selama ini mengimpor sejumlah komoditas pertanian seperti gandum, yang menjadi bahan baku utama industri pengolahan, termasuk makanan olahan berorientasi ekspor.

Dengan adanya opsi pasokan yang lebih luas dan kompetitif, pelaku usaha diharapkan dapat memperoleh bahan baku yang stabil, berkualitas, dan berharga bersaing. Secara proporsi, pada tahun 2025 total impor Indonesia dari AS untuk kelompok komoditas pertanian tercatat sekitar US$ 1,21 miliar.

Sementara total impor komoditas pertanian yang sama dari seluruh negara mencapai sekitar US$ 13,2 miliar, sehingga porsi impor dari AS baru sekitar 9,2%. Sebagai ilustrasi, impor sereal (HS10) dari AS mencapai US$ 375,9 juta dari total US$ 3,7 miliar atau sekitar 10%. Untuk komoditas kedelai (HS12), impor dari AS tercatat US$ 1,0 juta dari total US$ 1,6 miliar.

Pemenuhan Standar Mutu dan Keamanan

Haryo menegaskan bahwa hal tersebut menunjukkan ruang penyesuaian pasokan tetap berbasis pertimbangan komersial dan tidak menimbulkan beban fiskal. Pemerintah akan terus memastikan seluruh impor memenuhi standar mutu dan keamanan yang berlaku.

Jika terjadi gangguan terhadap pasar domestik, pemerintah menyatakan siap mengambil langkah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dukungan dari Asosiasi Pelaku Usaha

Komitmen fasilitasi impor tersebut telah ditindaklanjuti melalui Nota Kesepahaman (MoU) antara perusahaan terkait dalam dua tahap, yakni pada 7 Juli 2025 dan dalam Indonesia–AS Business Summit pada 19 Februari 2026. Proses ini turut didukung oleh asosiasi pelaku usaha seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung sektor swasta dalam menjaga hubungan dagang yang seimbang dengan Amerika Serikat, sekaligus memastikan ketersediaan bahan baku industri yang stabil dan berkualitas.

Pos terkait