Pemerintah Siap Hadapi Dampak Ekonomi dari Konflik AS dan Iran
Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai langkah antisipasi terhadap dampak ekonomi yang mungkin timbul akibat konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Hal ini dilakukan untuk memastikan stabilitas perekonomian nasional, khususnya dalam menghadapi ketidakpastian global.
Monitoring Situasi dan Koordinasi dengan Kementerian Keuangan
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menyatakan bahwa pemerintah saat ini sedang memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara Kemenko Perekonomian dan Kementerian Keuangan agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat digunakan sebagai shock absorber untuk meredam dampak negatif dari konflik tersebut.
Fokus utama pemerintah adalah menjaga daya beli masyarakat, khususnya jika terjadi fluktuasi harga komoditas seperti energi dan pangan di tingkat global.
Penyaluran Bantuan Pangan kepada Keluarga Penerima Manfaat
Dalam rangka menjaga kesejahteraan masyarakat, pemerintah telah mengeluarkan dan mempercepat penyaluran bantuan pangan berupa 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng kepada 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Langkah ini diharapkan bisa menjadi benteng ekonomi yang kuat dalam menghadapi ketidakpastian global.
Selain itu, pemerintah juga akan meluncurkan kebijakan-kebijakan lanjutan dalam momentum hari raya Idulfitri. Tujuannya adalah untuk memacu roda konsumsi domestik yang stabil meskipun situasi ekonomi global sedang tidak menentu.
Menjaga Stabilitas Rupiah dengan Bank Indonesia
Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Haryo mengungkapkan bahwa posisi cadangan devisa pada Januari 2026 mencapai US$ 154,6 miliar. Jumlah ini dinilai cukup aman sebagai instrumen untuk menjaga nilai tukar rupiah.
Persiapan Stok BBM dan LPG oleh Pertamina
Haryo juga memastikan bahwa Pertamina telah memberikan jaminan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji nasional dalam kondisi aman untuk kebutuhan selama periode Ramadan dan Idul Fitri. Selain itu, Pertamina telah menyiapkan beberapa alternatif jalur pelayaran lain guna menjaga keberlangsungan rantai pasok minyak serta menjaga kestabilan harga BBM di dalam negeri.
Imbauan kepada Masyarakat
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan percaya pada upaya pemerintah dalam menghadapi situasi yang mungkin terjadi. Haryo menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau situasi secara berkala dan mengambil kebijakan yang diperlukan demi kepentingan masyarakat.





