Pemimpin Bapperinda Kudus Tertahan di Jeddah Akibat Perang Iran-Israel

8da0b660 734d 11ee B315 7d1db3f558c6.jpg 2
8da0b660 734d 11ee B315 7d1db3f558c6.jpg 2

Kepala Bapperinda Kudus Masih Tertahan di Arab Saudi

Sulistyowati, Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Kabupaten Kudus, masih tertahan di Arab Saudi dan belum bisa pulang ke Tanah Air. Ia seharusnya kembali dari ibadah umrah pada 1 Maret 2026 pukul 01.10 dini hari waktu Jeddah. Namun, penerbangan yang seharusnya ia tumpangi dibatalkan akibat meningkatnya eskalasi konflik antara AS-Israel dengan Iran.

“Benar, penerbangan kepulangan kami dari Jeddah tertunda karena dampak perang Iran-Israel,” ujar Sulistyowati kepada Tribunjateng melalui sambungan WhatsApp, Senin (2/3/2026).

Sulistyowati berangkat umrah ke Tanah Suci pada 19 Februari 2026 melalui penerbangan dari Yogyakarta International Airport menuju Madinah. Dalam penerbangan tersebut, ia melakukan transit selama satu jam di Kuala Lumpur untuk berganti pesawat.

Setelah tiba di Tanah Suci, Sulistyowati dapat menjalankan ibadah umrah dengan tenang hingga tiba waktunya untuk kembali ke Tanah Air. Sehari sebelum pulang, yaitu 28 Februari 2026, ia masih menjalankan tawaf pada pukul 08.00 waktu Makkah.

Jadwalnya, pada pukul 14.00 waktu setempat, ia beserta rombongan dijadwalkan untuk check out dari hotel di Makkah dan menuju ke Jeddah. Saat menuju Jeddah, Sulistyowati bersama rombongan melakukan transit di Corniche Commercial Center menjelang jam 5 sore waktu setempat untuk menunggu buka puasa. Pada saat itu, mereka baru mengetahui bahwa penerbangan dibatalkan.

“Sekitar pukul 20.00 waktu setempat, rombongan diarahkan oleh maskapai untuk menuju hotel transit yang disediakan maskapai di Jeddah untuk menunggu penjadwalan kepulangan,” kata Sulistyowati.

Saat ini, Sulistyowati bersama rombongan masih menginap di Hotel Mirnian di Jeddah. Hotel tersebut disediakan oleh maskapai karena batalnya penerbangan. Selama menunggu jadwal penerbangan pulang, kata Sulistyowati, tidak ada gejolak di Jeddah. Kondisi di sana aman.

Orang-orang yang serombongan dengannya masih bisa menjalankan ibadah puasa dan ibadah tanpa kendala. “Untuk berbuka juga disediakan dari hotel,” tambah Sulistyowati.

Kini, dia bersama rombongan jemaah umrah telah mendapatkan kabar mengenai jadwal penerbangan pulang. Katanya, rencana penerbangan pulang akan dilakukan pada tanggal 4 Maret 2026. Penerbangan dari Jeddah akan menuju Kuala Lumpur terlebih dahulu, baru kemudian terbang lagi ke Indonesia.

“Mohon doanya semoga lancar,” ujar Sulistyowati.

Rencana Kembali ke Tanah Air

Penerbangan yang direncanakan akan menjadi langkah penting bagi Sulistyowati dan rombongannya. Meskipun sempat menghadapi ketidakpastian akibat situasi politik di kawasan Timur Tengah, mereka tetap menjaga ketenangan dan menjalani ibadah dengan baik.

Selama masa menunggu, Sulistyowati dan rombongan tidak hanya fokus pada ibadah, tetapi juga memperhatikan kenyamanan dan kebutuhan dasar seperti makanan dan tempat tinggal. Hal ini menunjukkan bahwa pihak maskapai dan pengelola hotel berupaya memberikan perlindungan dan dukungan kepada para jemaah yang tertahan.

Beberapa hal yang dilakukan selama menunggu adalah:

  • Menjalani ibadah puasa dan sholat secara rutin.
  • Mengikuti aturan dan petunjuk dari pihak maskapai.
  • Memanfaatkan waktu untuk beristirahat dan menunggu penerbangan yang lebih aman.

Dengan adanya jadwal penerbangan yang sudah ditetapkan, Sulistyowati dan rombongan berharap segala sesuatunya berjalan lancar. Mereka juga berdoa agar kondisi politik di kawasan tersebut segera stabil, sehingga tidak ada lagi gangguan dalam perjalanan kembali ke Tanah Air.


Pos terkait