Pemimpin Rokok HS yang Kecelakaan Bersama Istri Dapat Penghargaan Alumni Peduli

Img 3286 1 520x390 3
Img 3286 1 520x390 3

Kecelakaan Maut yang Melibatkan Bos Rokok HS

Seorang bos rokok HS, Muhammad Suryo, mengalami kecelakaan serius bersama istrinya di jalanan Yogyakarta. Dalam peristiwa ini, Suryo kini dalam kondisi kritis, sedangkan istri dari korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kecelakaan terjadi antara motor Harley Davidson yang dikendarai oleh Suryo dan istrinya, Anis Syarifah, dengan kendaraan Jupiter MX. Informasi mengenai kejadian tersebut banyak beredar di media sosial, termasuk unggahan dari akun @Andreli_48 di Instagram.

Menurut saksi bernama Pratman, kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Awalnya, Muhammad Suryo mengendarai motor Harley Davidson dari arah timur menuju barat, sementara pengendara Jupiter MX yang belum diketahui identitasnya ingin menyeberang dari arah selatan ke utara.

“Harley-nya mau nyalip kendaraan di depannya (ambil kanan). Korban (Jupiter MX) dari selatan mau nyeberang, langsung ketabrak. Tadi anak kecilnya (penumpang Jupiter MX) langsung terlempar ke selokan (saluran dituangkan di samping jalan). Pengendara dan pembonceng Harley-nya juga terlempar ke saluran irigasi,” tulis Pratman dalam unggahannya.

Karena jarak yang terlalu dekat, tabrakan tak bisa dihindari. Motor Harley Davidson berpelat Z 5050 MRS berhenti setelah terseret beberapa puluh meter dari lokasi kejadian. Benturan yang sangat keras menyebabkan pembonceng Harley jatuh dan dinyatakan meninggal dunia di tempat. Jenazahnya kemudian dibawa ke RS Rizki Amalia.

Sedangkan sang suami, S, kritis dan dirujuk ke RS Jogjakarta International Hospital (JIH). Sementara itu, dua korban lainnya, pengendara Jupiter MX dan anaknya, menderita luka patah kaki dan saat ini dirawat di RSUD Wates, Kulon Progo.

Penghargaan Alumni Peduli untuk Muhammad Suryo

Selain menjadi korban kecelakaan, Muhammad Suryo juga mendapatkan penghargaan alumni peduli dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta. Penghargaan ini diberikan pada perayaan Dies Natalis ke-67, Sabtu malam (13/12/2025).

Penghargaan diberikan karena Suryo dianggap sebagai alumni yang peduli pada pembangunan nasional dengan menciptakan banyak lapangan kerja dan mendukung kegiatan UPN. Penghargaan diserahkan langsung oleh Rektor UPN Jogjakarta, Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, saat acara Dies Natalis ke-67 UPN di Auditorium WR Supratman.

“Alumni yang malam ini mendapatkan penghargaan kategori Alumni Peduli adalah mas Suryo (Muhammad Suryo). Kami menyampaikan terimakasih atas dedikasinya pada masyarakat dan pada UPN,” ucap Mohamad Irhas.

Suryo merasa tidak menyangka akan menerima penghargaan ini. Ia mengingat bagaimana masa kuliahnya dulu, di mana ia hanya seorang mahasiswa biasa yang bahkan termasuk kategori kere.

Perjalanan Hidup yang Penuh Perjuangan

Perjalanan hidup Suryo sangat sederhana. Ia merantau dari Bengkulu, tinggal di kos 3×3 meter bersama tiga orang, tidur beralaskan karpet, dan naik bus ke kampus. Untuk bertahan hidup, ia pernah bekerja paruh waktu sebagai penjual air galon isi ulang dan sopir rental.

Saat ini, bisnis besar milik Suryo meliputi rokok HS, konstruksi, perkebunan, pertambangan, hingga maskapai penerbangan Fly Jaya. Perusahaan ini memiliki lebih dari 3.000 karyawan, dengan target tambahan 10.000 karyawan baru di pabrik rokok HS pada 2026.

Suryo masih ingat betul bagaimana ia merantau dari Bengkulu untuk kuliah di UPN Jogja tahun 2002. Saat itu, ia tinggal di kos-kosan berukuran 3×3 dan diisi tiga orang. Tidurpun beralaskan karpet karena tidak mampu membeli kasur. Bahkan, untuk berangkat ke kampus, ia hanya mampu naik bus dan angkutan umum.


Pos terkait