Pemkab Bener Meriah Berkomitmen Selesaikan Jembatan Wih Kanis
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah telah menetapkan rencana untuk menyelesaikan pembangunan Jembatan Permanen Wih Kanis pada akhir tahun 2026. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bener Meriah, Ilham Abdi SSTP MAP, setelah melakukan koordinasi bersama perwakilan BNPB, Dinas PUPR Bener Meriah, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Pekerjaan Umum.
Menurut Ilham, hasil pertemuan yang juga dihadiri oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dan aparatur kecamatan setempat, menyepakati bahwa pembangunan jembatan darurat akan diprioritaskan sebelum Hari Raya Idulfitri. Tujuannya adalah untuk menjamin kelancaran mobilitas warga yang tinggal di 14 desa di Kecamatan Mesidah.
“Untuk jembatan darurat akan dibangun sebelum lebaran, kalau untuk jembatan permanen dipastikan rampung akhir tahun 2026,” ujar Ilham dalam kesempatan tersebut.
Proyek ini merupakan tindak lanjut dari atensi khusus Wakil Presiden Republik Indonesia dan Kepala BNPB terhadap keselamatan warga yang melintasi jalur tersebut. Ilham menjelaskan bahwa Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) bersama Menteri Pekerjaan Umum telah menerbitkan Surat Perintah Kerja (SPK) untuk mempercepat pembangunan Jembatan Weh Kanis Atas.
Langkah strategis ini diambil guna memastikan infrastruktur yang lebih kokoh dan aman bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut.
Solusi Jangka Pendek: Jembatan Darurat dari Kontainer
Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah akan membangun jembatan darurat menggunakan 2–3 unit kontainer agar dapat dilalui kendaraan roda empat sebelum Lebaran. Selain itu, jalan darurat yang ada saat ini juga akan diperlebar dan dikurangi tingkat kemiringannya demi kenyamanan pengguna jalan.
“Jadi selama proses konstruksi berlangsung, jembatan lama tetap dipertahankan untuk menjamin aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat tidak terhambat,” kata Ilham.
Seluruh pendanaan untuk pembangunan jembatan darurat maupun permanen ini bersumber sepenuhnya dari DIPA Kementerian Pekerjaan Umum. Dengan adanya penanganan langsung dari kementerian terkait, rencana pembangunan jembatan darurat oleh BNPB yang direncanakan sebelumnya kini tidak lagi diperlukan.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah mengapresiasi gerak cepat pemerintah pusat dalam menangani infrastruktur vital ini dan berkomitmen untuk terus mengawal koordinasi lintas sektor agar proyek selesai tepat waktu dan sesuai standar keselamatan.
Kondisi Jembatan Bambu yang Menjadi Ancaman
Sebelumnya, ribuan warga dari 14 kampung di Kecamatan Mesidah masih harus bertaruh nyawa melewati jembatan bambu Wih Kanis yang kian rapuh. Jembatan ini sebelumnya dibangun secara swadaya oleh masyarakat untuk menghubungkan kembali akses jalan warga dari Kecamatan Mesidah dan Bandar.
Namun tiga bulan pascabanjir bandang 26 November 2025 lalu, struktur jembatan yang dibuat dari bambu sepanjang 30 meter kini mulai goyah dan belum ada tanda-tanda perbaikan secara permanen. Padahal akses jalan ini menjadi satu-satunya urat nadi ekonomi bagi warga disana, mesti hanya bisa di akses menggunakan roda dua.
Kondisi di lapangan menunjukkan pemandangan yang menyayat hati, para petani harus bersusah payah membawa hasil kebun menuju Pondok Baru dengan perasaan waswas jika sewaktu-waktu jembatan itu roboh ke dasar sungai yang deras.
Jembatan Permanen Hancur Akibat Bencana
Jembatan permanen sebelumnya hancur diterjang banjir bandang dan longsor yang sempat mengisolasi warga di Kecamatan Mesidah. Namun dalam kondisi darurat, warga bergotong royong membangun jembatan bambu agar aktivitas tidak sepenuhnya lumpuh. Sejak saat itu warga disana hanya mengandalkan jembatan sederhana tersebut.
Petani, pedagang, hingga ibu rumah tangga setiap hari harus melewati jembatan yang jauh dari kata aman.





