Pemkab Nagan Raya Selaraskan RPJM dengan USK dalam Temu Karya

1 9
1 9

Pemkab Nagan Raya Berkolaborasi dengan Universitas Syiah Kuala dalam Sinkronisasi RPJM

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya bekerja sama dengan Pusat Riset Kita Kreatif dari Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar kegiatan temu karya sinkronisasi implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan program dan kegiatan lintas perangkat daerah agar pembangunan berjalan secara terukur, efektif, dan berkelanjutan.

Acara yang dihadiri oleh akademisi, pemerintah kabupaten, serta instansi pemerintah Aceh ini dilaksanakan di Gedung Program Magister Manajemen USK, Darussalam, Banda Aceh, pada hari Sabtu (28/2/2026). Temu karya ini menjadi wadah strategis untuk memastikan bahwa semua program pembangunan di Nagan Raya dirancang secara spesifik dan sistematis.

Tujuan dan Fokus Utama

Forum ini menekankan pentingnya sinkronisasi prioritas pembangunan, penguatan kemandirian fiskal, serta kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam meningkatkan produktivitas ekonomi dan layanan publik. Dengan adanya sinkronisasi ini, seluruh perangkat daerah dapat bergerak dalam satu arah kebijakan yang terukur.

Bupati Nagan Raya, Dr TR Keumangan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar untuk memperkuat strategi dan arah pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Ia juga menekankan komitmen Pemkab Nagan Raya untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembangunan melalui optimalisasi sumber daya, disertai dengan penguatan akuntabilitas dan transparansi.

Peran Akademisi dan Pemerintah

Sejumlah narasumber hadir dalam acara tersebut, termasuk Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK, Prof Dr Rustam Effendi, SE MEcon; Kepala Bappeda Aceh, Dr Ir Zulkifli MSi; serta Kepala Bappeda Nagan Raya, Siddiqi Abdul Rahman SE MSc.

Prof Dr Mukhlis Yunus SE MS, Ketua Dewan Pakar Kita Kreatif USK dan Staf Khusus Bupati Nagan Raya, menegaskan bahwa penyelarasan program dan kegiatan lintas perangkat daerah sangat penting agar RPJM Nagan Raya tidak sekadar menjadi dokumen perencanaan, tetapi benar-benar terimplementasi secara optimal.

Urgensi Sinkronisasi dan Kemandirian Fiskal

Dr Ir Zulkifli MSi, Kepala Bappeda Aceh, menyampaikan sambutan dan materi mengenai urgensi sinkronisasi program pembangunan dengan RPJM pada berbagai tingkatan dan unit kerja pemerintahan. Ia berharap Pemkab Nagan Raya mampu menjalankan RPJM secara optimal dan terus bersinergi dengan Pemerintah Aceh dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah.

Sementara itu, Prof Rustam Effendi menjelaskan bahwa RPJM yang baik harus sinkron antara prioritas, program, indikator, dan kapasitas pendanaan. Tanpa sinkronisasi, program akan berjalan parsial, tumpang tindih, dan dampaknya tidak optimal. Forum ini penting untuk merapikan logika pembangunan dari hulu ke hilir.

Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan isu kemandirian fiskal daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Pemkab Nagan Raya, menurutnya, perlu menciptakan sumber-sumber pendapatan baru, termasuk melalui pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Visi dan Misi Pembangunan

Siddiqi Abdul Rahman, Kepala Bappeda Nagan Raya, menambahkan bahwa forum sinkronisasi ini dirancang sebagai ruang dialog substantif antara unsur pemerintah daerah, akademisi, dan pemangku kepentingan strategis lainnya. Agenda kegiatan mencakup penyampaian visi dan misi kepala daerah serta arah pembangunan berbasis RPJM, termasuk sektor infrastruktur, penataan ruang (RTRW), dan solusi kemandirian keuangan daerah.


Pos terkait