Imbauan untuk Menunda Keberangkatan Umrah di Sulawesi Tenggara
Masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) diminta untuk menunda sementara rencana keberangkatan umrah. Imbauan ini datang dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sultra. Penundaan ini dilakukan karena situasi di kawasan Timur Tengah yang belum kondusif akibat konflik antara Israel-Amerika Serikat dengan Iran.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenhaj Sultra, Muhammad Lalan Jaya, menjelaskan bahwa imbauan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Haji Indonesia. Ia meminta masyarakat yang berencana melakukan ibadah umrah dalam waktu dekat untuk terus memantau situasi terkini dan mengikuti kebijakan pemerintah.
Beberapa opsi penundaan atau penjadwalan ulang keberangkatan disarankan hingga kondisi dinilai benar-benar aman. “Kami mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menunda atau menjadwal ulang keberangkatannya sampai situasi di Timur Tengah lebih kondusif,” ujar Lalan Jaya.
Bagi jemaah yang saat ini sedang menjalankan ibadah umrah, ia meminta agar tetap tenang dan fokus beribadah. Lalan juga menegaskan pentingnya koordinasi intensif antara pihak travel dengan perwakilan Pemerintah Indonesia di Arab Saudi. Hal ini dilakukan melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Kantor Urusan Haji, Konsulat Jenderal, maupun unsur terkait lainnya.
Menurutnya, langkah tersebut sangat krusial untuk memastikan seluruh jemaah umrah khususnya dari Sultra dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat. “Kami berharap seluruh jemaah tetap tenang, dan travel terus berkoordinasi dengan perwakilan pemerintah agar kepulangan jemaah berjalan aman,” tambahnya.
Situasi Jemaah Umrah yang Tertahan di Arab Saudi
Sebagai informasi, sebanyak 58.000 lebih jemaah umrah asal Indonesia dilaporkan masih tertahan di Arab Saudi. Situasi ini menjadi dampak dari pecahnya perang antara Iran dan Israel-Amerika Serikat sejak Sabtu (28/2/2026).
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, menyampaikan bahwa puluhan ribu jemaah tersebut kini berada di berbagai hotel di Arab Saudi. Hal ini terjadi setelah sejumlah koridor udara internasional ditutup, sehingga banyak maskapai membatalkan penerbangan demi keselamatan penumpang.
Pemerintah tengah berupaya keras untuk memulangkan jemaah dengan berkoordinasi intensif bersama PPU serta otoritas penerbangan sipil internasional. Beberapa opsi telah disiapkan, seperti pengalihan rute, penjadwalan ulang penerbangan, hingga kemungkinan evakuasi khusus.
Selain itu, koordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi juga dilakukan terkait perpanjangan akomodasi jika masa tunggu jemaah berlangsung lama.
Langkah-Langkah yang Dilakukan Pemerintah
Pemerintah Indonesia terus memantau situasi secara ketat dan berkomitmen untuk memastikan keamanan serta keselamatan jemaah umrah. Dalam hal ini, Kemenhaj bekerja sama dengan lembaga-lembaga terkait baik di dalam maupun luar negeri.
Beberapa langkah strategis telah diambil, termasuk pemantauan situasi terkini, koordinasi dengan pihak travel, serta upaya mempercepat proses pemulangan jemaah. Selain itu, pemerintah juga memberikan informasi terkini kepada masyarakat agar mereka dapat mengambil keputusan yang tepat.
Dengan situasi yang masih dinamis, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan pemerintah. Harapan besar ditempatkan pada keberhasilan koordinasi antar lembaga dan negara-negara terkait dalam menghadapi tantangan ini.





