Pemkot Pangkalpinang Fokus pada 5 Prioritas Nasional

Fgd Di Pemkot Pangkalpinang Ne 1
Fgd Di Pemkot Pangkalpinang Ne 1

Pemkot Pangkalpinang Fokuskan Perencanaan dan Penganggaran Tahun 2026 pada Lima Sektor Utama

Pemerintah Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, baru saja menggelar Entry Meeting Evaluasi Perencanaan dan Penganggaran Tahun 2026 serta Penyampaian Hasil Evaluasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi Tahun 2025 bagi Pemerintah Daerah. Acara ini menjadi momen penting dalam menentukan arah pembangunan daerah di masa mendatang.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah diminta untuk memprioritaskan lima isu utama, yaitu sektor kesehatan, pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, ketahanan pangan, dan pendidikan. Kelima sektor ini dinilai menjadi fondasi utama dalam memperkuat kualitas pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menyampaikan bahwa perencanaan dan penganggaran daerah harus diperkuat agar dapat menghadapi tahun anggaran 2026 dengan optimal. Tanpa perencanaan yang matang dan penganggaran yang tepat sasaran, target pembangunan daerah akan sulit tercapai secara maksimal.

Dessy juga menekankan pentingnya penguatan akuntabilitas dalam setiap tahapan tata kelola, mulai dari perencanaan, penganggaran hingga pengawasan. Ia menegaskan bahwa output yang dihasilkan harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan selaras dengan Astacita Presiden serta prioritas nasional.

Evaluasi SPIP Tahun 2025 Menunjukkan Tingkat Maturitas Masih Rendah

Berdasarkan hasil evaluasi tahun 2025, tingkat maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Pemerintah Kota Pangkalpinang masih berada pada level dua. Level tersebut menunjukkan bahwa sistem pengendalian intern telah berjalan dan terdokumentasi, namun belum sepenuhnya efektif dan terintegrasi.

Menurut Dessy, pasca Entry Meeting, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) guna menindaklanjuti arahan yang telah disampaikan. Ia berharap, melalui evaluasi tersebut, kualitas tata kelola Pemerintah Kota Pangkalpinang makin baik, transparan, dan akuntabel sehingga mampu mendukung pencapaian target pembangunan daerah pada 2026.

Komitmen untuk Meningkatkan Maturitas SPIP

Inspektur Daerah Kota Pangkalpinang, M Syahrial, menyatakan komitmennya untuk meningkatkan maturitas SPIP yang saat ini masih berada pada level dua. Ia menjelaskan bahwa ke depan, pihaknya akan memperbaiki tindak lanjut yang telah disampaikan dalam evaluasi tahun 2025. Jika saat ini masih di level 2, maka pihaknya akan berupaya meningkatkan sesuai dengan standar dan alat ukur (tool) yang telah dijabarkan.

Syahrial menegaskan bahwa peningkatan maturitas SPIP tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan regulasi yang jelas, parameter penilaian yang terukur, serta instrumen evaluasi yang terstandar agar proses perbaikan berjalan sistematis.

Pentingnya SPIP sebagai Alat Pencegahan Pelanggaran Anggaran

Menurutnya, penguatan SPIP bukan sekadar memenuhi indikator penilaian, namun juga menjadi instrumen penting dalam mencegah potensi pelanggaran anggaran serta memperkuat budaya akuntabilitas di lingkungan pemerintah daerah.

Dengan langkah perbaikan yang terstruktur, inspektorat optimistis maturitas SPIP Kota Pangkalpinang dapat meningkat dan menjadi fondasi tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan profesional pada 2026.


Pos terkait