Pemkot Surabaya Perkuat Strategi Mitigasi Kebakaran di Rusun
Pemerabaan kebakaran di rumah susun (rusun) menjadi perhatian serius bagi Pemkot Surabaya. Setelah kejadian kebakaran di Rusunawa Sombo, Jalan Sombo, Surabaya pekan lalu, pihak pemerintah kota berupaya memperkuat sistem mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Strategi yang diterapkan adalah empat lapis mitigasi, yang mencakup perlengkapan pemadam otomatis, alat pemadam api ringan (APAR), fasilitas skala besar, serta pelibatan penghuni dan pengelola dalam penanganan darurat.
Sistem Pemadam Otomatis di Area Rawan
Salah satu langkah utama adalah pemasangan alat pemadam otomatis di area dapur, yang merupakan titik rawan kebakaran. Alat ini dirancang untuk bekerja secara otomatis ketika mendeteksi panas tinggi atau percikan api. Beberapa jenis alat bisa dilemparkan langsung ke sumber api, sementara yang lain ditempatkan di plafon dan aktif saat suhu meningkat.
“Teknologi semacam ini akan kita terapkan agar api bisa langsung dipadamkan di sumbernya sebelum membesar,” ujar Iman Kristian, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya.
Penggunaan APAR dalam Lapis Ketiga
Lapis ketiga dari strategi empat lapis mengandalkan peran paguyuban penghuni. APAR portable 3 kilogram akan tersedia di dalam unit hunian, sedangkan APAR 6 kilogram ditempatkan di koridor setiap 20–25 meter. Penempatan ini dilakukan karena evaluasi menunjukkan bahwa jarak yang terlalu jauh membuat respons kurang efektif.
“Kita fokus pada golden time, yaitu 1 sampai 3 menit awal kebakaran harus sudah dipadamkan,” kata Iman. Hal ini mendorong pelatihan mitigasi bencana secara rutin kepada semua penghuni.
Tanggung Jawab di Lapis Keempat
Di lapis keempat, tanggung jawab berada di tangan pengelola dan Pemkot untuk sistem skala besar di area umum. Fasilitas seperti tabung pemadam kebakaran 6 kilogram akan ditempatkan di titik strategis. Sebagian dari fasilitas ini akan ditanggung oleh paguyuban melalui iuran warga.
“Ini masih kita konsepkan karena tidak bisa semuanya dicover oleh pengelola. Itu adalah tanggung jawab bersama, penghuni dan pengelola,” tegas Iman.
Inspeksi Rutin dan Pelatihan
Selain penyediaan alat, Pemkot juga akan mewajibkan inspeksi rutin setiap enam bulan untuk memastikan kondisi dan tekanan APAR tetap layak pakai. Simulasi evakuasi serta edukasi kebencanaan juga direncanakan minimal satu kali dalam setahun agar penghuni memahami prosedur penyelamatan diri dan penggunaan alat pemadam.
Iman menegaskan bahwa pencegahan kebakaran di rusun tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Keterlibatan aktif penghuni menjadi faktor penentu keberhasilan sistem ini.
Evaluasi Kebakaran Rusunawa Sombo
Kebakaran melanda Rusunawa Sombo, Jalan Sombo, Surabaya, Rabu sore (25/2/2026) akibat dugaan korsleting listrik. Peristiwa tersebut membakar empat kamar di lantai tiga dan mengakibatkan satu orang penghuni mengalami syok.
Pemkot mengerahkan 11 unit pemadam kebakaran dan enam unit rescue untuk menangani insiden tersebut. Penghuni yang mengalami syok langsung mendapatkan penanganan tim medis dengan pemberian oksigen di lokasi kejadian.





