Pemprov DKI Jamin Stok Beras 100 Ribu Ton, Tidak Terpengaruh Konflik AS-Iran

Img 20220316 140941
Img 20220316 140941

Jakarta Tetap Aman Dalam Menghadapi Konflik Global

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan bahwa konflik global antara Amerika Serikat dan Iran yang kian memanas tidak akan memengaruhi harga pangan di Ibu Kota. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo.

Stok Beras Terjaga dengan Cadangan Cukup

Ratu menjelaskan bahwa seluruh komoditas strategis di Jakarta berada dalam kondisi cukup dengan cadangan yang memadai. “Seluruh komoditas strategis di Jakarta berada dalam status cukup dengan cadangan yang memadai di tengah memanasnya konflik AS-Israel dan Iran,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Menurut data yang diperoleh, stok beras di Jakarta mencapai lebih dari 100 ribu ton, jauh di atas kebutuhan sekitar 68 ribu ton. Hal ini menunjukkan bahwa pasokan beras sangat aman. Selain itu, stok daging ayam dan daging sapi juga memiliki cadangan berlipat dari kebutuhan bulanan. Gula pasir dan minyak goreng juga memiliki stok yang cukup besar.

Lonjakan Konsumsi Jelang Idulfitri

Memasuki Maret atau periode menjelang Idulfitri, lonjakan konsumsi diproyeksikan semakin tinggi. Telur ayam diperkirakan naik lebih dari 17 persen. Disusul daging ayam dan bawang merah yang melonjak di atas 10 persen. Namun, stok beras tercatat lebih dari 136 ribu ton, jauh melampaui kebutuhan sekitar 78 ribu ton.

Komoditas protein hewani, gula pasir, minyak goreng, serta aneka hortikultura juga memiliki buffer stok yang memadai. Ini menunjukkan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah melakukan langkah-langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran pasokan pangan.

Persiapan Operasi Pasar

Untuk mengantisipasi potensi gejolak harga akibat dinamika global, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan beberapa langkah. Koordinasi dilakukan dengan BUMD pangan, distributor utama, asosiasi pedagang, hingga pemerintah pusat guna menjaga kelancaran distribusi.

“Kami juga akan intensifikasi proses monitoring harga di lapangan. Jika ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar, kami segera lakukan intervensi melalui operasi pasar, bazar pangan murah, hingga optimalisasi pasokan dari BUMD,” tutur Ratu.

Elisabeth juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan, khususnya saat mendekati hari raya Idulfitri. “Komitmen kami jelas, menjaga stabilitas pasokan dan harga agar masyarakat dapat menjalankan Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan nyaman,” ucapnya.

Gubernur DKI Meminta Warga Bersatu

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut mengomentari ketegangan global yang kian memanas antara Amerika Serikat-Israel-Iran. Orang nomor satu di Jakarta ini pun menyerukan kepada seluruh warganya untuk bersatu.

“Kita akan berkomunikasi terus untuk menjaga Jakarta dengan baik. Jadi, sekali lagi, saya bersyukur untuk Jakarta kita tetap jaga bersama,” ujarnya di Pondok Pesantren Al Hamid Putra, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur.

Pramono juga mengingatkan dampak konflik internasional terhadap bahan pokok. “Bagaimanapun, perang itu pasti akan memberikan dampak, baik langsung maupun tidak langsung. Kalau ada apa-apa pasti akan menyebabkan kenaikan harga-harga dan juga menyebabkan supply chain-nya terganggu,” tuturnya.


Pos terkait