Pemprov Maluku Utara Mulai Bangun 3 Jembatan di Bacan Timur Tahun 2026

Aa1xiidn
Aa1xiidn

Pembangunan 3 Jembatan di Halmahera Selatan

Pemerintah Provinsi Maluku Utara telah menetapkan anggaran untuk pembangunan tiga jembatan di ruas Songa–Wayatim, Kecamatan Bacan Timur, Halmahera Selatan. Proyek ini tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dan akan dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, memastikan bahwa ketiga jembatan tersebut akan segera dimulai pada Maret 2026.

Rincian Proyek Jembatan

Berikut adalah rincian dari tiga jembatan yang akan dibangun:

  • Jembatan Ake Bibinoi dengan bentang 60 meter senilai Rp13 miliar. Saat ini sedang dalam proses katalog.
  • Jembatan Ake Raim dengan bentang 50 meter senilai Rp11 miliar. Proses ini sedang dalam tahap penyesuaian harga satuan.
  • Jembatan Ake Mou dengan bentang 30 meter senilai Rp6,9 miliar. Tahapan kontrak sudah memasuki proses pengadaan.

Sherly Laos menyampaikan bahwa proyek jembatan ini telah dianggarkan tahun ini dan akan segera dilaksanakan. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas peristiwa seorang ibu hamil yang mengalami kesulitan menyeberangi sungai akibat banjir karena belum tersedianya jembatan permanen di wilayah tersebut.

Menurut Sherly Laos, pembangunan infrastruktur dasar di wilayah terluar dan terisolasi menjadi prioritas pemerintah provinsi. Hal ini penting untuk memastikan akses layanan kesehatan, pendidikan, hingga distribusi logistik masyarakat tidak lagi terhambat, terutama saat cuaca ekstrem melanda.

Percepatan Proses Pengadaan

Plt Kepala Dinas PUPR Maluku Utara, Risman Iriyanto Djafar, menegaskan bahwa proyek tersebut telah masuk dalam skema pembangunan 2026 dan kini tengah menyelesaikan tahapan administrasi pengadaan. Menurutnya, masih dalam proses administrasi. Jika seluruh tahapan selesai, maka langsung dikerjakan.

“Kita tahu sudah lama wilayah tersebut belum memiliki jembatan yang memadai. Di era Ibu Gubernur, kami diperintahkan untuk segera merealisasikannya,” ujar Risman.

Ia menjelaskan bahwa percepatan pengadaan dilakukan agar pekerjaan fisik bisa dimulai tepat waktu sesuai target. “Pihaknya berharap dengan rampungnya 3 jembatan ini, konektivitas antarwilayah di Bacan Timur semakin lancar dan risiko keterisolasian saat musim hujan dapat ditekan.”

Strategi Pembangunan Infrastruktur

Pembangunan ruas Songa–Wayatim dinilai sangat strategis karena menjadi akses utama mobilitas warga, termasuk untuk kebutuhan darurat seperti layanan kesehatan ibu dan anak. Di T.A 2026 pun dipastikan menjadi momentum percepatan pemerataan infrastruktur di wilayah kepulauan tersebut.

Dengan adanya tiga jembatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat serta memperkuat hubungan antar daerah di wilayah Halmahera Selatan. Proyek ini juga menjadi bukti komitmen pemerintah provinsi dalam membangun infrastruktur yang memadai dan merata di seluruh wilayah.

Pos terkait