Pemprov NTT Bentuk 5 Tim Kerja Atasi Kemiskinan dan Kelola MBG

20220916 123103 1
20220916 123103 1

Pemprov NTT Bentuk Lima Tim Kerja untuk Mengatasi Kemiskinan dan Program MBG

Pemerangkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah membentuk lima tim kerja yang bertujuan untuk mengatasi masalah kemiskinan serta mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pembentukan tim ini dilakukan sebagai upaya percepatan pembangunan daerah, sesuai dengan arahan Gubernur NTT Melki Laka Lena.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTT, Yos Rasi, menjelaskan bahwa dirinya diberi tugas oleh Gubernur untuk menyusun lima tim kerja tersebut. Setiap tim terdiri dari 50 orang anggota, yang terdiri dari pegawai struktural dan staf lintas sektoral. Tujuan dari pembentukan tim ini adalah untuk mempercepat koordinasi antar instansi dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada.

Tim-tim ini dibentuk pada Jumat (27/2/2026), dalam rangka Rapat Koordinasi Pelaksanaan Percepatan Pembangunan Daerah. Acara ini berlangsung di Aula Fernandes, Kantor Gubernur NTT. Dalam rapat tersebut, Gubernur Melki Laka Lena menekankan pentingnya penyelarasan potensi sumber daya manusia, alam, dan budaya dengan arah pembangunan daerah yang tercantum dalam RPJMD.

Lima Fokus Strategis Tim Kerja

Gubernur Melki membagi percepatan pembangunan ke dalam lima fokus strategis, yaitu:

  1. Tim Akselerasi Dasacita dan Program Pusat di Daerah

    Dipimpin oleh Alfons Theodorus, tim ini bertugas mereview implementasi program unggulan daerah seperti Dasacita serta program nasional seperti MBG, Sekolah Rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, hingga Swasembada Pangan.

  2. Tim Implementasi Pendataan dan Penanggulangan Kemiskinan Terpadu

    Dipimpin oleh Jonny Ericson Ataupah, tim ini memiliki target menurunkan angka kemiskinan NTT dari 17,5 persen menjadi 11,5 persen di akhir masa kepemimpinan. Validasi data dilakukan secara detail hingga tingkat desa.

  3. Tim Optimalisasi PAD

    Dipimpin oleh Bernhard Menoh, tim ini fokus pada penutupan kebocoran pajak, pengoptimalan sumber pendapatan daerah, serta penggalian potensi PAD baru.

  4. Tim Penguatan Ekonomi Kerakyatan

    Dipimpin oleh Selfi Nange, tim ini mendorong hilirisasi produk lokal melalui NTT Mart serta penyaluran KUR bagi ASN dan UMKM untuk kegiatan produktif.

  5. Tim Komunikasi Pemerintahan

    Dipimpin oleh Prisila Parera, tim ini bertugas memproduksi konten positif harian guna menjaga ruang publik dari informasi menyesatkan dan membangun optimisme masyarakat.

Pentingnya Akurasi Data dan Pengawasan Bantuan Sosial

Gubernur Melki secara khusus menyoroti pentingnya akurasi data kemiskinan. Ia meminta validasi data dilakukan langsung ke target hingga tingkat desa, serta mengingatkan agar tidak ada manipulasi dalam pendataan maupun distribusi bantuan sosial seperti PKH dan PIP.

“Kita hanya urus orang miskin, bukan orang bermental miskin. Jangan sampai bantuan dipakai untuk judi atau miras. Kalau ada yang bermain dengan data, kita cari pasal hukum paling keras,” katanya.

Untuk memastikan keberhasilan program, Gubernur meminta dukungan TNI, Polri, dan Kejaksaan dalam mengawal penyaluran bantuan agar tepat sasaran. Lima tim ini bersifat operasional tanpa mengambil alih tugas pokok dan fungsi OPD. Evaluasi kinerja akan dilakukan setiap bulan selama satu tahun guna memastikan capaian terukur.

Langkah Selanjutnya

Nantinya, Gubernur Melki meminta segera dilakukan pengukuhan resmi tim serta penyusunan cascading kinerja bagi setiap ASN, agar keberhasilan pembangunan dapat diukur secara lebih personal, objektif, dan akuntabel.


Pos terkait