Peristiwa Penyerangan Geng Motor yang Menimpa Seorang Pelajar SMP
Seorang pelajar SMP berinisial F (15), warga Perumnas Way Kandis, Kota Bandar Lampung, harus menjalani perawatan intensif setelah diduga menjadi korban penyerangan geng motor. Kejadian tersebut terjadi pada Jumat (27/2/2026) malam di Jalan Singa Melintang, Kelurahan Agung, Kecamatan Kota Sepang Jaya, usai korban melaksanakan salat tarawih.
Korban mengalami luka serius dan mendapat 10 jahitan di bagian kepala. Selain luka di kepala, F juga mengalami luka bacok dan sayatan di bagian punggung serta sejumlah luka pada kaki. Malik, kakak korban, menceritakan bahwa saat kejadian adiknya tengah berjalan kaki bersama seorang teman sepulang dari masjid.
“Diserangnya setelah salat tarawih, saat sedang berjalan kaki,” ujar Malik. Di tengah perjalanan, korban dan temannya berpapasan dengan rombongan sekitar puluhan orang yang mengendarai sepeda motor. Kelompok tersebut diduga membawa senjata tajam dan sempat melakukan pengejaran.
Menurut keterangan keluarga, korban sempat berusaha melarikan diri karena ketakutan setelah melihat sejumlah orang mengacungkan senjata tajam. Namun nahas, ia terpeleset saat berlari dan kemudian diduga dianiaya serta dibacok. Warga sekitar yang mendengar keributan segera keluar rumah dan memberikan pertolongan. Korban kemudian diantar pulang menggunakan sepeda motor sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis dan menjalani visum.
Keluarga korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Bandar Lampung dengan nomor laporan LP/B/334/II/2026/SPKT/Polresta Bandar Lampung/Polda Lampung. Mereka berharap para pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Kapolsek Labuhan Ratu, Kompol Budi Harto, membenarkan adanya kejadian tersebut di wilayah hukumnya. Namun, penanganan kasus kini berada di bawah kewenangan Polresta Bandar Lampung. “Saat ini kasus tersebut ditangani oleh Polresta Bandar Lampung. Kami turut prihatin atas peristiwa tersebut,” ujar Budi. Ia menegaskan patroli rutin terus dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga situasi kamtibmas di lingkungan masing-masing.
Langkah Preventif untuk Mencegah Peristiwa Serupa
Demi mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif selama Ramadan, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menginstruksikan pembentukan tim Satgas Gabungan yang melibatkan berbagai elemen. Mulai dari Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga Ketua RT, Lurah, Linmas, dan Camat.
“Semua jajaran harus turun ke lapangan. Tim Satgas harus proaktif melakukan patroli, dan jika menemukan kerumunan atau aktivitas mencurigakan, langsung lakukan interogasi,” tegas Wali Kota.
Eva juga mengingatkan kepada orang tua agar lebih perhatian terhadap pergaulan anak-anak mereka. Banyak kasus, menurutnya, orang tua tidak menyadari anak-anak mereka terlibat dalam tindakan yang membahayakan.
“Orang tua harus lebih aktif memantau aktivitas anak-anak mereka. Jika tim kami menemukan sesuatu yang mencurigakan, kami akan langsung melakukan interogasi dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menindaklanjuti,” imbuh Walikota.
Patroli akan diperketat, terutama pada jam-jam rawan, seperti menjelang sahur. Satgas Gabungan memiliki wewenang untuk memeriksa remaja yang terlibat dalam kerumunan mencurigakan. Setiap pelanggaran akan ditindaklanjuti langsung dengan pihak kepolisian. Dengan langkah-langkah preventif ini, Pemerintah Kota dan Polresta Bandar Lampung berharap fenomena perang sarung dapat diminimalisir.





