Pemuda bisnis cari kepastian global melalui kolaborasi

Whatsapp Image 2024 11 25 At 14.21.45 Scaled 1
Whatsapp Image 2024 11 25 At 14.21.45 Scaled 1

Penandatanganan MoU antara HIPMI Jatim dan HIPMI Jaya

Pada hari Senin (2/3/2026), di Menara Peninsula Hotel Jakarta, terjadi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara HIPMI Jawa Timur dan HIPMI Jakarta Raya. Acara ini menjadi momen penting dalam memperkuat kolaborasi antar daerah untuk menghadapi tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.

Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Timur Ahmad Salim Assegaf dan Ketua Umum BPD HIPMI Jakarta Raya M Riandy Haroen. Kedua pihak sepakat untuk memperluas sinergi antardaerah demi memperkuat daya tahan pengusaha muda. Suasana ruang pertemuan terasa hangat, dengan obrolan serius sekaligus optimisme terhadap masa depan bisnis.

Kolaborasi Strategis Hadapi Tekanan Global

Kerja sama antara HIPMI Jatim dan HIPMI Jaya mencakup beberapa sektor utama seperti perindustrian dan perdagangan, sinergitas BUMN dan BUMDes, serta penguatan UMKM dan koperasi. Selain itu, kolaborasi juga menyasar pariwisata, ekonomi kreatif, infrastruktur, properti, perhubungan, serta investasi antar daerah.

Menurut Riandy Haroen, situasi global yang fluktuatif menuntut kepastian ekosistem usaha. Ia menegaskan bahwa pengusaha muda tidak cukup hanya bermodal semangat.

“Pengusaha muda hari ini tidak hanya butuh semangat, tetapi juga kepastian ekosistem dan ruang kolaborasi. Dengan sinergi Jakarta dan Jawa Timur, kami semakin optimistis menghadapi tantangan global,” ujarnya pada acara tersebut.

Ia menambahkan, dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi fondasi penting. Terutama untuk mendorong ekspansi bisnis dan memperkuat investasi di tengah ketidakpastian ekonomi.

Fokus UMKM, Investasi dan Rantai Pasok

MoU ini berlaku selama tiga tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan bersama. Pelaksanaan teknisnya akan dituangkan dalam perjanjian kerja sama lanjutan.

Dengan posisi Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional dan Jawa Timur sebagai salah satu motor industri terbesar di Indonesia, sinergi ini dinilai strategis. Program konkret seperti business matching, penguatan rantai pasok, hingga perluasan akses pasar antarprovinsi menjadi target utama.

Ahmad Salim Assegaf menyebut kolaborasi lintas daerah adalah keniscayaan. Ia optimistis jejaring HIPMI akan semakin solid dalam menghadapi tekanan global.

Langkah Penting untuk Pengusaha Muda

Di tengah dinamika ekonomi dunia yang tidak menentu, langkah HIPMI Jatim dan HIPMI Jaya menjadi pesan jelas. Pengusaha muda memilih bersinergi dan mencari kepastian, bukan berjalan sendiri.




Pos terkait