Pencarian ABK KM Almujib: Tim SAR Gabungan Sisir Laut Pulau Rakit Berdasarkan Peta Prediksi Korban

Img 20231119 134345 E1700376457585 1
Img 20231119 134345 E1700376457585 1

Peningkatan Upaya Pencarian Empat ABK KM Almujib yang Hilang

Operasi pencarian terhadap empat Anak Buah Kapal (ABK) KM Almujib yang masih hilang pasca-tabrakan tragis dengan kapal tongkang di perairan Pulau Rakit, Kabupaten Indramayu, terus ditingkatkan. Tim SAR gabungan memperluas area penyisiran dengan mengerahkan armada tambahan serta metode pencarian berbasis teknologi pemetaan arus laut atau SAR Map.

Memasuki hari lanjutan pencarian pada Senin 2 Maret 2026, upaya penyelamatan difokuskan pada titik-titik koordinat yang diperkirakan menjadi lokasi pergerakan korban setelah kapal tenggelam. Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan bahwa operasi kemanusiaan ini dilakukan secara maksimal dengan melibatkan berbagai unsur lintas instansi.

“Tim SAR gabungan hari ini menurunkan KN SAR Setyaki 202 yang diberangkatkan dari Pelabuhan Cirebon untuk memperkuat proses pencarian di lokasi kejadian,” ujar Ade dalam keterangannya.

Selain kapal utama Basarnas tersebut, operasi juga didukung Kapal VIII 2472 milik Polairud Polres Indramayu serta satu unit Rigid Buoyancy Boat (RBB) dari Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Indramayu. Seluruh armada bergerak menyisir area laut secara sistematis mengikuti pola pencarian yang telah dihitung berdasarkan arah arus dan kondisi cuaca.

Metode SAR Map menjadi acuan utama dalam operasi hari ini. Peta prediksi tersebut dibuat berdasarkan analisis pergerakan arus laut, kecepatan angin, serta waktu kejadian tenggelamnya kapal. Dengan pendekatan ini, tim berharap peluang menemukan korban dapat meningkat secara signifikan.

Kronologi Kejadian Tragis

Insiden tragis yang menimpa KM Almujib terjadi pada Sabtu malam 28 Februari 2026. Berdasarkan kronologi sementara, kapal nelayan berukuran 6 Gross Ton (GT) itu sedang beristirahat di tengah laut dengan kondisi mesin mati setelah melakukan aktivitas penangkapan ikan. Namun situasi mendadak berubah ketika kapal tongkang bernomor lambung 3009 melintas dan menghantam lambung kiri kapal nelayan tersebut.

Benturan keras menyebabkan KM Almujib terseret selama kurang lebih 10 menit sebelum akhirnya air masuk ke badan kapal dan menenggelamkannya di laut lepas. Kejadian berlangsung cepat dan memicu kepanikan para awak kapal yang berusaha menyelamatkan diri di tengah kondisi malam hari dan cuaca hujan.

Dari total delapan ABK yang berada di atas kapal saat kejadian, dua orang berhasil selamat setelah bertahan di laut hingga ditemukan kapal lain yang melintas. Sementara itu, dua korban lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada proses pencarian sebelumnya. Saat ini, tim SAR masih berfokus menemukan empat korban yang dinyatakan hilang, yakni Ari Wibowo (23), Asep Agustina (24), Mas’ud (38), dan Ono (50).

Koordinasi dan Kondisi Operasi

Ade Dian Permana menegaskan bahwa pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan personel serta kondisi alam di lokasi operasi. “Kami terus memaksimalkan pencarian dengan memperluas sektor penyisiran sesuai analisis SAR Map. Kondisi arus laut cukup menantang, namun seluruh tim tetap berupaya optimal agar korban segera ditemukan,” katanya.

Operasi pencarian melibatkan koordinasi intensif antara Basarnas, kepolisian perairan, KPLP, serta unsur nelayan setempat yang turut memberikan informasi lapangan. Dukungan masyarakat pesisir juga menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pencarian.

Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban yang hingga kini masih menunggu kabar kepastian. Di sepanjang pesisir Karangsong, keluarga dan kerabat terus memanjatkan doa agar para korban segera ditemukan. Pencarian akan terus dilanjutkan selama beberapa hari ke depan dengan evaluasi harian berdasarkan perkembangan situasi di lapangan. Tim SAR memastikan seluruh langkah dilakukan sesuai prosedur operasi penyelamatan laut.

Harapan besar kini tertuju pada kondisi cuaca yang lebih bersahabat agar proses pencarian berjalan lancar. Bagi tim penyelamat, setiap menit di laut menjadi kesempatan penting untuk menemukan para korban dan memberikan kepastian bagi keluarga yang menanti.


Pos terkait