JAKARTA — Panitia Seleksi Pemilihan Calon Pengganti Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan Senin (2/3/2026) sebagai hari terakhir pendaftaran seleksi calon pimpinan lembaga pengawas sektor jasa keuangan tersebut.
Berdasarkan pengumuman Panitia Seleksi Nomor PENG-1/PANSEL-DKOJK/2026, proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi seleksi sejak 11 Februari 2026 dan ditutup pada pukul 23.59 WIB kemarin.
Seleksi ini dibuka untuk mengisi tiga posisi strategis di Dewan Komisioner OJK, yakni Ketua Dewan Komisioner merangkap anggota, Wakil Ketua Dewan Komisioner merangkap anggota, serta Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon merangkap anggota.
Seiring penutupan masa pendaftaran, sejumlah nama mulai beredar di kalangan industri jasa keuangan. Berdasarkan kabar yang beredar, dua figur disebut telah mendaftarkan diri dalam seleksi Dewan Komisioner OJK, yakni Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun dan Pahala Mansury yang dulunya pernah menjabat sebagai Wamen Badan Usaha Milik Negara.
Beberapa sumber telah menghubungi sebagai upaya konfirmasi terkait kabar pendaftaran tersebut. Namun demikian, hingga berita ini ditulis, belum terdapat jawaban resmi dari Misbakhun maupun Pahala Mansury mengenai partisipasi mereka dalam proses seleksi ADK OJK.
Panitia Seleksi sebelumnya mengundang calon terbaik bangsa yang memiliki integritas serta pengalaman minimal 10 tahun di sektor jasa keuangan untuk mengikuti proses seleksi. Keputusan panitia seleksi bersifat final dan hasil tahapan seleksi nantinya akan diumumkan melalui laman resmi Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, serta portal seleksi ADK OJK.
Figur Berkualitas
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap bahwa sudah ada beberapa nama yang telah masuk ke dalam pendaftaran calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK).
Menurut pria yang juga menjabat Ketua Panitia Seleksi (Pansel) OJK itu, pihaknya masih menunggu figur-figur yang lebih berkualitas untuk mendaftarkan diri.
“Saya sempat lihat tadi pagi, saya browse orang-orangnya siapa aja. Mungkin masih kami tunggu orang-orang yang lain yang lebih berkualitas untuk masuk,” terangnya kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Menurut Purbaya, sebagian besar peserta seleksi DK OJK yang sudah masuk ke daftar pansel belum ahli dalam bidangnya. “Saya masih lihat sebagian besar masih bukan orang jagonya-jagonya gitu,” kata pria yang juga mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu.
Adapun, Pejabat sementara (Pjs) Ketua dan Wakil Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan bahwa hingga saat ini sejumlah pejabat internal OJK telah mendaftarkan diri.
“Kalau teman-teman internal OJK banyak,” ujarnya singkat saat ditanya mengenai perkembangan seleksi Dewan Komisioner OJK ketika ditemui dalam acara Inisiasi Pusat Inovasi Digital Indonesia di Gedung Bank Indonesia, Senin (23/2/2026).
Sebelumnya, Friderica secara terbuka mendorong pejabat internal OJK, khususnya para deputi komisioner, untuk maju dan mengikuti seleksi calon ADK OJK.
“Kami sih mendorong internal OJK maju, maksudnya ini ya pejabat-pejabat deputi komisioner, silakan maju,” ujar Friderica, dikutip Senin (16/2/2026).
Namun demikian, saat ditanya mengenai kemungkinan dirinya maju sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK, dia menepis spekulasi tersebut. “Kan [saya] sudah ADK,” imbuhnya singkat.





