Kota Deltamas, yang dikembangkan oleh PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), telah merilis laporan kinerja keuangan tahun buku 2025. Dalam laporan tersebut, perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,3 triliun. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 35,58% dibandingkan pendapatan pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp2,03 triliun.
Pendapatan usaha DMAS masih didominasi oleh segmen industri, yang menjadi kontributor utama dengan porsi mencapai 88%. Sisanya berasal dari segmen hunian, komersial, serta aktivitas rental dan hotel. Hal ini menunjukkan bahwa sektor industri tetap menjadi tulang punggung bisnis perusahaan.
Tondy Suwanto, Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS, menjelaskan bahwa pendapatan dari penjualan lahan industri pada tahun 2025 berasal dari berbagai sektor pelanggan. Di antaranya adalah sektor data center, FMCG (Fast-Moving Consumer Goods), sektor pangan dan turunannya, serta sektor lain-lain. Menurutnya, posisi fundamental perusahaan tetap sehat, dan DMAS terus berupaya mengembangkan Kota Deltamas agar menjadi kawasan terpadu modern di timur Jakarta.
Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, perusahaan berkomitmen untuk memadukan kawasan industri, komersial, dan hunian dalam pengembangan kota. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan efisien bagi para penghuninya.
Di tingkat laba usaha, DMAS mencatatkan laba sebesar Rp624 miliar, atau mengalami penurunan sebesar 45% dibandingkan laba tahun 2024 yang mencapai Rp1,14 triliun. Meskipun demikian, marjin laba usaha perusahaan tercatat sebesar 48%, yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola biaya operasional.
Hingga akhir tahun 2025, DMAS membukukan laba bersih sebesar Rp800,30 miliar. Angka ini lebih rendah dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang mencapai Rp1,33 triliun. Penurunan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan internal, termasuk fluktuasi pasar dan kondisi ekonomi secara keseluruhan.
Dari sisi fundamental, jumlah aset DMAS per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp7,12 triliun. Sementara itu, liabilitas perusahaan per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp509 miliar. Adapun, jumlah ekuitas (bersih) perusahaan per tanggal tersebut tercatat sebesar Rp6,61 triliun. Angka-angka ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki struktur keuangan yang stabil dan kuat.
Berikut adalah ringkasan kinerja keuangan DMAS pada tahun 2025:
- Pendapatan: Rp1,3 triliun (turun 35,58% dari tahun sebelumnya)
- Laba Usaha: Rp624 miliar (turun 45% dari tahun 2024)
- Marjin Laba Usaha: 48%
- Laba Bersih: Rp800,30 miliar (turun dari Rp1,33 triliun pada tahun 2024)
- Aset: Rp7,12 triliun
- Liabilitas: Rp509 miliar
- Ekuitas: Rp6,61 triliun
Dengan posisi keuangan yang relatif stabil, DMAS tetap optimis dalam menjalankan strategi pengembangan kawasan industri dan hunian di Kota Deltamas. Perusahaan akan terus berupaya meningkatkan nilai jual properti dan memperluas pangsa pasar melalui inovasi dan kolaborasi dengan berbagai sektor industri.





