Penduduk Deiyai Tambah 769 Jiwa Tahun 2025, Dukcapil Percepat Perekaman KTP Elektronik

Img 20230209 Wa0077
Img 20230209 Wa0077

Peningkatan Penduduk dan Peran Data Kependudukan di Kabupaten Deiyai

Kabupaten Deiyai, yang terletak di Provinsi Papua Tengah, mencatatkan tren positif dalam pertumbuhan demografi sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat, jumlah penduduk meningkat sebanyak 769 jiwa dibandingkan tahun sebelumnya. Total penduduk kini mencapai 93.168 jiwa, yang tersebar di lima distrik.

Peningkatan ini tidak hanya menjadi indikator keberhasilan dalam pengelolaan data kependudukan, tetapi juga menjadi dasar penting dalam perencanaan pembangunan dan pelayanan publik. Data tersebut digunakan untuk menentukan alokasi sumber daya, seperti infrastruktur dan layanan kesehatan, serta dalam penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Distribusi Penduduk di Lima Distrik

Berdasarkan data terkini, distribusi penduduk di lima distrik Kabupaten Deiyai menunjukkan variasi yang signifikan. Distrik Tigi masih menjadi wilayah dengan jumlah penduduk terbesar, yaitu sebanyak 31.975 jiwa. Diikuti oleh Distrik Tigi Barat dengan 30.318 jiwa, Distrik Tigi Timur dengan 17.783 jiwa, Distrik Bouwobado dengan 7.454 jiwa, dan Distrik Kapiraya dengan 5.638 jiwa.

Kenaikan jumlah penduduk ini turut berdampak pada peningkatan daftar pemilih tetap (DPT). Sekretaris Dinas Dukcapil Kabupaten Deiyai, Anton Pigome, menjelaskan bahwa terjadi peningkatan sebanyak 2.673 orang pada pemutakhiran Triwulan IV tahun 2025. Total DPT kini mencapai 81.632 pemilih, naik dari angka 78.959 pada tahun 2024.

Peran Data dalam Pengambilan Kebijakan

Data kependudukan memiliki peran strategis dalam menentukan kebijakan publik dan alokasi kursi DPRD. Dengan jumlah penduduk yang meningkat, Kabupaten Deiyai berharap dapat memperjuangkan penambahan alokasi kursi DPRD dari 20 menjadi 25 kursi pada periode mendatang.

Selain itu, sektor administrasi keluarga juga menunjukkan perkembangan yang baik. Tercatat sebanyak 23.444 Kepala Keluarga (KK), di mana sebagian besar atau sebanyak 23.127 KK telah berhasil tercetak secara fisik.

Kendala yang Masih Menghambat

Meskipun menunjukkan tren positif, Dukcapil Deiyai masih menghadapi beberapa kendala. Salah satunya adalah rendahnya kesadaran masyarakat dalam merekam KTP-el (elektronik). Selain itu, masalah keterbatasan blangko, gangguan keamanan kantor, serta duplikasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) masih menjadi catatan penting.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, Dukcapil telah mengadakan 20 ribu keping blangko KTP-el guna memenuhi kebutuhan wajib KTP yang saat ini mencapai 75.720 jiwa. Program pelayanan keliling dan penguatan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) juga diperkuat demi menjamin akurasi data.

Upaya Meningkatkan Akurasi Data

Menurut Anton Pigome, upaya-upaya ini bertujuan untuk mendorong pencapaian visi daerah dalam memberikan pelayanan publik yang akuntabel. Keakuratan data penduduk tahun 2025 menjadi modal kuat bagi Kabupaten Deiyai dalam memperjuangkan penambahan alokasi kursi DPRD.

Dukcapil Deiyai terus berupaya memperbaiki sistem administrasi kependudukan agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Dengan data yang akurat dan terkini, diharapkan pembangunan di wilayah pegunungan ini dapat berjalan lebih efektif dan merata.


Pos terkait