Penerbangan Langsung Indonesia-Arab Saudi Masih Berjalan Normal
Penerbangan langsung (direct) dari Indonesia menuju Arab Saudi, sejauh ini masih berjalan normal. Hal ini disampaikan oleh Direktur Perusahaan Travel Haji-Umrah Dava Mandiri, Dr H Alwi Nuluddin Lc yang saat ini sedang berada di Madinah, Arab Saudi.
Maskapai penerbangan yang melayani rute langsung Indonesia–Arab Saudi antara lain Saudia, Lion Air, dan Garuda Indonesia. Menurut informasi yang diberikan, kondisi penerbangan langsung tidak terdampak oleh konflik yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran.
“Secara umum, dampak dari konflik Iran lebih banyak dirasakan oleh penerbangan yang harus transit di negara-negara kawasan Teluk,” ujarnya.
Sejumlah maskapai transit di kawasan tersebut antara lain Etihad Airways (Abu Dhabi), Emirates (Dubai), dan Qatar Airways (Doha). Jika terjadi penutupan atau pembatasan wilayah udara (airspace) di sekitar kawasan Teluk, maka penerbangan yang transit di Abu Dhabi, Dubai, atau Doha bisa mengalami keterlambatan (delay), pengalihan rute (reroute), bahkan penyesuaian jadwal keberangkatan dan kedatangan.
Namun, untuk penerbangan langsung dari Indonesia menuju Arab Saudi, sejauh ini relatif tidak terdampak. Maskapai yang melayani rute langsung Indonesia–Arab Saudi antara lain Saudia, Lion Air, dan Garuda Indonesia.
“Selama rutenya langsung Jakarta–Jeddah atau Jakarta–Madinah, dan tidak transit di negara yang terdampak, umumnya tetap beroperasi normal, selama tidak ada kebijakan baru dari otoritas penerbangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, para jamaah maupun penumpang diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari maskapai dan otoritas penerbangan guna mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal sewaktu-waktu.
Situasi di Madinah Masih Aman
Saat ini, situasi di Madinah sendiri dilaporkan dalam kondisi aman dan aktivitas penerbangan langsung dari Indonesia masih berjalan sebagaimana biasa. Hal itu juga terlihat dari informasi yang disampaikan oleh pembimbing Umrah asal Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Ahmad Ridha.
Ahmad Ridha menyampaikan informasi di Facebooknya bahwa penerbangan lancar dari Bandara Prince Muhammad Madinah ke Bandara. Maskapai nasional Garuda Indonesia tetap mengoperasikan penerbangan sesuai jadwal untuk rute langsung dari Madinah menuju Jakarta.
“Penerbangan saya juga dibatalkan. Saya bergerak cepat untuk cari tiket Garuda Indonesia. Alhamdulillah bisa dapat tiket karena ada dua jemaah memilih upgrade kursi, jadi saya dapat pulang 28 Februari lalu,” kata Tour Leader di Talenta International Tourism, Ahmad Ridha Lc.
Situasi tersebut disebut sempat menimbulkan kebingungan di area bandara karena keterbatasan informasi. Meski demikian, kondisi jemaah yang berada di Madinah, Arab Saudi, dilaporkan tetap dalam keadaan aman dan terkendali.
“Alhamdulillah di Madinah normal dan aman-aman saja,” ujar Ahmad Ridha.
Informasi dari pihak kedutaan juga telah disampaikan kepada para jemaah agar untuk sementara waktu sebisa mungkin tidak melakukan perjalanan keluar wilayah Arab Saudi. Sembari menunggu perkembangan situasi dan kepastian jadwal penerbangan.
Serangan Israel ke Iran
Israel menyerang Iran pada Sabtu (28/2/2026). Israel menggunakan jet tempur menyerang wilayah Teheran. Media pemerintah Iran melaporkan ledakan telah terdengar sejumlah kota di Teheran.
Pada saat serangan terjadi, IDF mengirimkan peringatan nasional kepada seluruh warga untuk tetap berada di dekat tempat yang dilindungi. Juru bicara militer Israel mengatakan, gempuran ini adalah serangan pendahuluan untuk menghilangkan ancaman terhadap negara.
Menurut laporan Associated Press, serangan tampaknya terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Belum diketahui apakah Khamenei (86) berada di kantornya saat serangan berlangsung.
Amerika Serikat (AS) disebut turut andil dalam serangan Israel ke Iran ini. Informasi tersebut disampaikan pejabat AS dan sumber lain yang mengetahui operasi itu. Keduanya berbicara dengan syarat anonim karena menyangkut operasi militer sensitif.
Serangan ke Iran terjadi ketika AS mengerahkan armada besar jet tempur dan kapal perang di kawasan tersebut, guna menekan Iran agar mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.
Belum diketahui apakah Iran akan segera melakukan pembalasan. Namun, Teheran sudah memperingatkan bahwa personel dan pangkalan militer Amerika yang tersebar di kawasan akan menjadi target jika terjadi serangan balasan.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio meminta seluruh warga Amerika yang masih berada di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut. Rubio juga meminta warga AS untuk tidak melakukan perjalanan ke Iran.
“Tidak ada warga Amerika yang boleh bepergian ke Iran dengan alasan apa pun. Kami kembali menyerukan agar warga Amerika yang saat ini berada di Iran untuk segera pergi,” kata Rubio.





