Pengalaman mengerikan mantan rekan Ronaldo selamat dari perang Iran, naik pesawat terakhir

Aa1xnvns 1
Aa1xnvns 1

Pengalaman Mencekam Saat Konflik Iran

Pengalaman buruk yang dialami oleh mantan rekan setim Cristiano Ronaldo, Antonio Adan, di tengah konflik antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran menjadi perhatian khusus. Situasi di Iran semakin memanas akibat serangan dari dua negara tersebut, sehingga berdampak pada semua sektor kehidupan di ibukota, Teheran.

Adan, yang merupakan kiper kelahiran Madrid, sempat membela klub asal Teheran, Esteghlal, sejak 2025. Pada saat situasi mulai memburuk, ia berusaha untuk segera meninggalkan Iran. Beruntung bagi Adan, ia bisa mengevakuasi diri menggunakan penerbangan terakhir yang meninggalkan Teheran.

“Saya naik salah satu penerbangan terakhir yang meninggalkan Teheran,” ujar Adan seperti dikutip dari A Bola. Ia mengatakan bahwa ia pergi ketika semuanya baru saja dimulai, sehingga memberinya waktu untuk keluar dari sana dan sampai ke Madrid.

Kali terakhir Adan bermain adalah pada Jumat (28/2/2026). Setelahnya, para pemain Esteghlal diberi waktu libur beberapa hari. Adan awalnya sudah merencanakan mudik ke Spanyol selama masa rehat. “Kami telah merencanakan perjalanan untuk mengunjungi keluarga kami dan secara kebetulan kami dikejutkan oleh pecahnya konflik,” ujarnya.

Serangan Amerika-Israel membuat sepak bola Iran berada dalam ketidakpastian. Adan pun belum tahu kapan akan kembali ke klubnya. “Kami seharusnya kembali pada hari Senin, tetapi kami tidak bisa kembali karena seluruh wilayah udara ditutup,” ujarnya.

Sementara Adan berhasil kabur menggunakan pesawat, nasib Munir El Haddadi sedikit lebih sulit. Winger yang juga memperkuat Esteghlal itu menempuh jalur darat selama 16 jam untuk sampai ke Spanyol. Media Marca menyebut proses Munir melarikan diri dari area konflik ini sebagai kejadian ‘gila’ yang mirip dengan skenario di film-film.

“Esteghlal harus menyediakan sopir untuk pemain tersebut, yang melakukan perjalanan darat yang melelahkan selama 16 jam menuju perbatasan Turki,” tulis media berbahasa Arab, Asharq Al Awsat. Sumber-sumber mengonfirmasi bahwa ia tiba di Turki dengan ‘selamat dan sehat’.

Peristiwa ini terjadi di tengah penangguhan Liga Iran dan kepergian para pesepak bola Spanyol dari negara tersebut sesuai dengan rekomendasi Kementerian Luar Negeri Spanyol. “Mereka mendesak 158 warga Spanyol yang berada di sana untuk meninggalkan Iran dengan segala cara yang tersedia akibat konflik yang semakin memanas.”

“Federasi Sepak Bola Spanyol telah mengaktifkan tim krisis untuk mendukung para pemain dan pelatih di wilayah yang terdampak melalui saluran komunikasi khusus dan koordinasi berkelanjutan dengan kedutaan besar.”

Beberapa jam setelah spekulasi soal keamanannya di Iran beredar, Munir El Haddadi mengonfirmasi kondisinya melalui akun Instagram. “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang atas pesan dan kepedulian kalian terkait situasi saya di Iran,” tulis pemain jebolan La Masia.

“Rencana saya adalah meninggalkan negara tersebut dengan pesawat, tetapi pada akhirnya, kami dievakuasi dan tidak dapat lepas landas. Klub memberikan saya mobil untuk meninggalkan negara tersebut melalui darat, dan berkat itu, saya dapat menyeberangi perbatasan tanpa masalah.”

“Saat ini saya aman di Turki dan akan tiba di Spanyol dalam beberapa jam ke depan. Terima kasih kepada semua orang atas kebaikan kalian,” lanjut pemain yang meninggalkan Barcelona pada 2019 itu.

Pos terkait