Pengaruh Harga Emas terhadap Laba Pergadaian di Tahun 2026

Aa13jege
Aa13jege



JAKARTA – Perkumpulan Perusahaan Gadai Indonesia (PPGI) memberikan pernyataan terkait proyeksi kenaikan harga emas pada tahun ini, yang diperkirakan tidak akan sebesar pada tahun lalu. Sekretaris PPGI, Holilur Rohman, mengungkapkan bahwa laba industri pergadaian masih bisa terpengaruh oleh tren harga emas pada 2026.

Menurutnya, perusahaan-perusahaan yang hanya menerima emas sebagai barang jaminan dalam layanan gadai kemungkinan akan mengalami penurunan laba dibandingkan tahun 2025. Ia menjelaskan, jika harga emas stabil dan tidak mengalami fluktuasi besar, maka laba perusahaan akan kembali normal.

Untuk menghadapi situasi tersebut, PPGI menyarankan agar industri pergadaian, khususnya perusahaan yang bergerak di layanan gadai emas, melakukan beberapa langkah strategis. Salah satunya adalah meningkatkan literasi kepada masyarakat tentang layanan gadai. Selain itu, penghematan biaya yang tidak perlu juga menjadi penting. Selain itu, perusahaan perlu memantau perkembangan harga emas secara berkala untuk mengurangi risiko operasional.

Dari sisi perusahaan, PT Budi Gadai Indonesia, yang berlokasi di Sumatra Utara, tetap optimis dengan pertumbuhan laba meskipun kenaikan harga emas tahun ini diprediksi tidak setinggi tahun lalu. Direktur PT Budi Gadai Indonesia, Budiarto Sembiring, menyampaikan bahwa kondisi ini masih bisa memberi keuntungan jika nilai jaminan meningkat.

Selain itu, ia menilai laba perusahaan kemungkinan tetap positif jika dilakukan diversifikasi portofolio. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya mengandalkan emas sebagai barang jaminan, tetapi juga menerima barang lainnya sebagai jaminan. Hal ini diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas laba perusahaan.

Budiarto juga menjelaskan bahwa perusahaan akan tetap berupaya menjaga prospek laba dari layanan gadai emas. Upaya ini dilakukan melalui pemberian pelayanan terbaik, sehingga nilai jaminan emas tetap meningkat.

Mengenai hasil laba khusus untuk emas hingga akhir 2025, Budiarto menyebutkan bahwa perusahaan mencatat peningkatan hingga 34% secara year on year (YoY). Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya nilai jaminan emas yang terjadi selama tahun berjalan.

Beberapa strategi yang diambil oleh perusahaan seperti literasi masyarakat, penghematan biaya, serta diversifikasi portofolio dianggap sebagai langkah efektif untuk menghadapi fluktuasi harga emas. Dengan demikian, perusahaan tetap berkomitmen untuk menjaga kinerja keuangan yang stabil meski ada ketidakpastian di pasar emas.

Pos terkait