Perkembangan Bisnis Paramount Land Tahun Ini
Jakarta — Pengembang kawasan Gading Serpong, Paramount Land, menargetkan peningkatan signifikan dalam penjualan pada tahun 2026. Dalam pernyataannya, Presiden Direktur Paramount Land, M Nawawi, menyebutkan bahwa target marketing sales yang diharapkan mencapai Rp5,5 triliun. Angka ini merupakan revisi dari target sebelumnya setelah pada tahun lalu perusahaan mengalami beberapa tantangan.
Hingga dua bulan pertama tahun ini, Paramount Land telah mencatatkan realisasi marketing sales senilai Rp500 miliar. Hal ini menunjukkan awal yang positif bagi perusahaan dalam menjalani strategi bisnisnya untuk tahun ini.
Salah satu faktor utama yang diharapkan dapat meningkatkan penjualan adalah beroperasinya jalan tol ke Paramount Petals di Jalan Tol Jakarta-Tangerang KM 25. Akses tol langsung tersebut akan mulai beroperasi pada Juli tahun ini. Setelah itu, Paramount Land akan memperkenalkan produk hunian baru di kawasan tersebut, termasuk hunian premium dengan harga di atas Rp3 miliar per unit.
“Langkah ini diharapkan menjadi pendorong utama marketing sales pada 2026 senilai Rp5,5 triliun,” ujar M Nawawi.
Strategi Pendapatan Berulang
Selain fokus pada penjualan produk residensial dan komersial, Paramount Land juga terus memperluas porsi pendapatan berulang atau recurring income. Perusahaan menargetkan pertumbuhan recurring income sekitar 3% setiap tahun. Saat ini, kontribusi pendapatan berulang telah mencapai sekitar 19% dari total pendapatan.
Untuk mendukung pengembangan kawasan dan meningkatkan nilai tambah proyek, tahun ini Paramount Land menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp1 triliun. Dana tersebut difokuskan untuk pembangunan proyek dan fasilitas kota di berbagai kawasan pengembangan.
Tantangan di Tahun 2025
Pada tahun 2025, realisasi marketing sales mencapai 95% dari target revisi sebesar Rp4,5 triliun. Meski demikian, M Nawawi mengakui bahwa 2025 merupakan tahun yang penuh tantangan. Pada semester pertama tahun ini, perusahaan bahkan menunda peluncuran sejumlah produk yang sebenarnya sudah siap secara desain dan perencanaan.
“Tahun 2025 penuh tantangan. Semester I banyak produk yang kami batalkan peluncurannya karena belum menemukan momentum yang tepat. Bisa jadi ada ketidaksesuaian antara produk dengan selera pasar,” kata M Nawawi.
Selama tahun 2025, perusahaan mencatat serah terima sebanyak 1.250 unit serta penjualan 800 unit produk hunian dan komersial. Kinerja ini menunjukkan kemampuan Paramount Land dalam menghadapi tantangan pasar sambil tetap mempertahankan pertumbuhan bisnisnya.
Rencana Pengembangan Tahun Ini
Dengan berbagai strategi yang telah diterapkan, Paramount Land yakin bahwa tahun ini akan menjadi tahun yang lebih baik. Dengan adanya akses tol baru dan peluncuran produk-produk baru, perusahaan berharap dapat mencapai target marketing sales yang ditetapkan.
Selain itu, investasi dalam pembangunan infrastruktur dan fasilitas kota akan membantu meningkatkan daya tarik kawasan dan memastikan bahwa proyek-proyek yang dikembangkan memiliki nilai tambah yang signifikan bagi penghuni maupun investor.
Dengan kombinasi antara strategi pemasaran yang kuat dan pengembangan infrastruktur yang baik, Paramount Land berkomitmen untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi industri properti di Indonesia.





