Operasi Pemberantasan KKB di Nabire, Aparat Amankan Ratusan Butir Amunisi
Aparat gabungan TNI dan Polri berhasil menyita ratusan butir amunisi setelah menguasai sebuah markas yang diduga milik Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya di Nabire, Papua Tengah. Operasi ini dilakukan usai terjadi kontak tembak pada Minggu (1/3) malam. Penindakan ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum terhadap Aibon Kogoya yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan mengklaim diri sebagai Panglima Kodap III D Dulla.
Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, Brigjen Pol. Faizal Rahmadani, menjelaskan bahwa operasi bermula dari tindakan penegakan hukum terhadap Aibon Kogoya. Setelah terjadi kontak tembak, tim gabungan berhasil menguasai lokasi yang dijadikan markas dan mengamankan sejumlah barang bukti.
- Dalam penggerebekan tersebut, aparat menemukan 561 butir amunisi berbagai kaliber, baik untuk senjata laras panjang maupun laras pendek.
- Selain itu, turut diamankan 10 magazin senjata jenis SS1 serta satu pucuk senjata api jenis AK-101.
Tidak hanya persenjataan, aparat juga menyita 12 unit telepon genggam, lima handy talky, dan uang tunai sebesar Rp79,9 juta. Dari belasan ponsel yang diamankan, dua di antaranya diduga milik korban aksi kekerasan sebelumnya. Salah satu ponsel disebut berkaitan dengan anggota Brimob Batalion C yang gugur dalam serangan tahun lalu. Satu lainnya diduga milik karyawan sipil atau petugas keamanan yang menjadi korban dalam peristiwa pembakaran pos pengamanan PT Kristalin di Nabire.
Menurut Faizal, kelompok tersebut meninggalkan markas saat terdesak dalam baku tembak, sehingga aparat dapat menguasai lokasi beserta seluruh barang bukti yang tertinggal.
Operasi ini melibatkan unsur Satgas Habema, Satgas Rajawali, dan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026. Aparat menegaskan bahwa penegakan hukum akan terus dilakukan untuk menekan aksi kekerasan bersenjata dan memberikan rasa aman bagi masyarakat di wilayah Papua Tengah.
- Langkah ini bagian dari komitmen negara dalam menjaga stabilitas keamanan serta melindungi warga dari ancaman kelompok bersenjata.





